Pemuda Kepulauan Aru Maluku, Melestarikan Lingkungan dengan Gerakan Sekolah Mimpi

Madani-Newa.com – Kepulauan Aru – Maluku – Devirisal Djabumir atau yang biasanya di sapa dengan sebutan Dave adalah pemuda Kelahiran Tasinwaha 15 Desember 1994, Pria asal Kepualaun Aru Provinsi Maluku ini menuntaskan Pendidikanya di Fakultas Keguruan Program studi Bahasa Inggris Universitas Pattimura Ambon.

Setelah menyelesaikan studinya Dave Bekerja di salah satu perusahan listrik turkey di Ambon sebagai Coordinator Dispatcher, selain itu juga dia Bekerja Paruh waktu sebagai Pengajar Bahasa Inggris di Pusat studi Bahasa Universitas Pattimura Ambon dan juga salah satu Sekolah Dasar (SD) Memiliki karir yang cukup bagus di Kota Ambon tidak membuatnya merasa puas dan bertahan di kota Ambon, Dia memilih untuk kembali dan mendedikasi ilmu dan waktunya membangun Aru sekalipun awalnya di tentang oleh orang tuanya karena mengkhwatirkan karirnya akan mati setelah pulan ke Dobo.

Namun karena keinginan yang kuat dan semangatnya untuk membangun Aru membuat Dia kembali ke Aru dan memulai gerakan sosialnya melalui Sekolah Mimpi.

Sekolah Mimpi lahir dari keprihatinan Dave terhadap pendidikan dan lingkungan yang sangat memprihatikan di Aru, sehingga dengan latar belakang dia sebagai lulusan Bahasa inggris mencoba mengitegrasikan pendidikan dengan lingkungan.

System yang di terapkan di Sekolah Mimpi adalah mengharuskan anak-anak membayar kelas yang di tawarkan di sekolah Mimpi dengan Sampah plastik.

Hal ini di sebabkan karena masih banyak anak-anak yang sulit untuk mengakses pelajaran tambahan setelah sekolah formal mereka karena ekonomi dan juga untuk meningkatakan kesadran dan mengedukasi anak-anak tentang pentingnya melestarikan lingkungan.

Kelas yang di ajarkan adalah Bahasa Inggris, Lingkungan, Kewirausahaan, Public Speaking dan kelas inspirasi.

“Saya pikir setiap pemuda harus terlibat dalam pembangunan social oleh karena itu kita perlu untuk mengkonversi rasa cinta kita terhadap bangsa ini melalui aksi-aksi nyata karena dengan begitu barulah kita bisa menghadirkan dampak atau perubahan pada masyarakat” kata Dave yang adalah founder Sekolah Mimpi.

Sekolah Mimpi di dirikan pada april 2018, walaupun baru berkiprah namun sudah banyak upaya dan aksi-aksi nyata yang di lakukan, selain kegiatan mengajar rutin di Sekolah Mimpi, Dave dan teman-teman relawan juga berupaya mengadvokasi pola hidup zero-waste di sekolah-sekolah lokal, memfasilitasi dialog orang tua dengan psikolog anak, Aksi Bersih-Bersih pantai, Lomba Debat Bahas Inggris, sosialisasi Beasiswa ke luar Negeri dan lain-lain.

Saat ini Dave bekerja sebagai seorang Field Coordinator di DAI untuk Program Climate Change dan juga Tutor Bahasa Inggris di Universitas Terbuka, walaupun di sela-sela kesibukannya namun dia tetap konsisten dengan idealismenya untuk melihat pendidikan di Aru berkembang dan Lingkungan Bersih.

“Saya pikir Aru berbasis Kepulauan dan mayoritas Penduduknya mengandalkan laut sebagi sumber penghidupan sehingga adalah hal yang penting untuk melestarikan laut kita, karena saya khawatirkan kita akan menemukan kesulitan tingkat tinggi untuk memanfatkan sumber daya laut di masa-masa akan datang kalua kita tidak menertibkan gaya hidup kita yang tidak ramah lingkungan dari sekarang dan generasi selanjutnya yang akan menerima akibatnya “ tambah Dave.

Karena Kepeduliannya terhadap Lingkungan Dave dipilih sebagai Duta PAPELINGASIH (Pemuda Peduli Lingkungan Asri dan Bersih) Perwakilan Provinsi Maluku oleh Kementrian Pemuda dan Olahraga 2019. Untuk menuju kepada suatu perubahan Pemuda-Pemudi harus aktif dalam memainkan peran dalam berkontribusi dengan daya dan kreativitas masing-masing. (*)