Pendidikan tinggi dalam menerapkan kebijakan merdeka belajar di masa pandemi covid-19

 8 total views

Madani-News.com – Pada tahun 2020 covid-19 menjadi pandemi karena penyebaran nya ke seluruh dunia. Pandemi covid-19 mulai tersebar pada akhir desember 2019 yang awalnya berasal dari china. Di Indonesia covid-19 mulai tersebar sekitar awal bulan februari tahun 2020. Jumlah kasus corona di indonesia terus meningkat dengan penyebaran ke seluruh dunia(kemenkes RI, 2020) [1]. Pandemi covid 19 di indonesia sangat berpengaruh ke beberapa sektor seperti sektor ekonomi, pendidikan, pariwisata dan lainnya.

Tentunya pada sektor pendidikan di Indonesia yang sangat berpengaruh sekali. Kondisi pandemi covid-19 menjadi tantangan pada dunia pendidikan di Indonesia. Tantangan pendidikan ini bukan hanya dirasakan pemerintah, namun dirasakan pula oleh guru,orang tua dan siswa. Kondisi seperti ini belum pernah terjadi di dunia pendidikan di indonesia. Pemerintah indonesia terus mengupayakan pemutusan rantai covid-19 ini dengan menutup sekolah-sekolah,perguruan tinggi dan meminimalisir kerumunan. Guru, dosen, siswa dan mahasiswa harus bisa beradaptasi dengan keadaan pembelajaran yang dilakukan secara online. Dalam proses beradaptasi dengan pembelajaran online pasti siswa,mahasiswa,guru dan dosen mengalami kendala yang semula melakukan pembelajaran secara tatap muka, namun sekarang pembelajaran dilakukan secara online.Pandemi Covid-19 mengakibatkan pembelajaran dilakukan dirumah atau secara online karena bersekolah dirumah adalah solusi yang terbaik dalam masa pandemi.

Menurut (Basilaia&kvavadze dalam herliandry, 2020) menggungkapan bahwa “Pembelajaran online adalah pembelajaran yang dilakukan secara online dengan menggunakan video,audio,gambar.” [2]. Pembelajaran online telah dilakukan selama beberapa bulan. Pembelajaran online ini dapat menggunakan platform-platform seperti zoom. Pembelajaran online tidak hanya dilakukan di sekolah-sekolah namun diperguruan tinggi juga menjalankannya. Menurut Dr Gerald (Albertus Adit dalam franciscus, 2020) menjelaskan bahwa “Pandemi corona diprediksi masih berlangsung di semua kampus” [3]. Mahasiswa harus mudah beradaptasi dengan pembelajaran online. Pandemi covid-19 sangat bepengaruh sekali pada pendidikan tinggi teknik.Dalam proses pembelajaran pendidikan tinggi teknik ini pastinya banyak sekali praktek-praktek. Dalam pandemi seperti ini tidak memungkinkan kuliah tatap muka untuk praktek, hal tersebut bisa dapat dilakukan namun harus ada persetujuan dari kampus dan pemerintah daerah. Mahasiswa teknik lebih banyak praktek dibandingkan teori dengan sistem pembelajaran online seperti ini, mahasiswa hanya dibimbing oleh dosen.

Dampak pandemi covid-19 sangat berdampak pada mahasiswa teknik, karena pembelajaran daring masih membingungkan mahasiswa. Pembelajaran yang hanya menatap layar computer atau hp, berdiskusi melalui online yang membuat mahasiswa jenuh dengan pembelajaran online. Namun dalam abad 21 ini,mahasiswa dituntut untuk bisa beradaptasi dengan pembelajaran online. Dengan adanya pembelajaran online ini, mahasiswa diharapkan bisa mengekplor materi-materi yang telah dijelaskan oleh dosen yang penjelesannya belum mengerti [4]. Dalam masa pandemi covid-19 mahasiswa dituntut untuk berpikir kritis,kreatif dan inovatif. Sesuai dengan Kebijakan yang dikeluarkan oleh kemendikub yaitu “Merdeka belajar” Kebijakan merdeka belajar maksudnya untuk menggali potensi guru atau dosen agar siswa atau mahasiswa bisa berinovasi dan meningkatkan kegiatan pembelajaran secara mandiri. Kemerdekaan belajar adalah merdeka dalam berpikir. Kementrian pendidikan dan kebudayaan RI(kemendikbud) meluncurkan program merdeka belajar pada januari 2020.Saat ini sudah ada lima episode merdeka belajar. Episode 1 ditunjukan untuk pendidikan dasar dan menengah. Episode 2 ditujukan untuk perguruan tinggi yang disebut “kampus merdeka”. Episode 3 tentang perombakan skema penyaluaran dana bos, episode 4 tentang organisasi penggerak dan episode 5 tentang guru penggerak (Rosyidi dalam puji lestiyani, 2020) [5]. Setelah program merdeka belajar diluncurkan oleh kemendikbud pada januari 2020, 2 bulan kemudian covid-19 masuk ke indonesia yang mengakibatkan pendidikan Indonesia mengalami perubahan yang signifikan. Kampus merdeka merupakan program lanjutan dari merdeka belajar yang ditujukan untuk perguruan tinggi negeri maupun swasta.

Seluruh aktivitas akademik di perguruan tinggi harus cepat beradaptasi dengan distrupsi teknologi demi tetap berlangsungnya pendidikan di Indonesia. Selain mempercepat pelaksanaan metode pembelajaran jarak jauh di kampus-kampus indonesia, pandemi menjadi sebuah tantangan dan ujian konsep merdeka belajar-kampus merdeka. Seluruh sivitas akademik di indonesia harus bisa cepat berdaptasi dengan pembelajaran jarak jauh karena masa yang akan datang sangat bergantung pada penggunaan gawai dan layar computer. Pandemi covid-19 memberikan potensi besar untuk mengimplemantisakan kebijakan merdeka belajar-kampus merdeka. Dosen dan mahasiswa menjadi peran utama dalam pembelajaran secara mandiri dengan bantuan teknologi informasi [6]. Tujuan dari kampus merdeka adalah menguasai berbagai ilmu sesuai bidangnya agar bisa bersaing di dunia global, meningkatkan hardskill, softskill agar mahasiswa siap dengan tuntutan dunia kerja dan memperkenalkan dunia kerja kepada mahasiswa serta menyiapkan para pemimpin masa depan yang unggul.

Menurut Menteri Pendidikan dan kebudayaan Nadiem Anwar makarim, ia berpendapat bahwa kemerdekaan belajar yaitu “Memberi kebebasan dan otonomi kepada lembaga pendidikan dan mahasiswa diberikan kebebasan untuk memilih bidang yang mereka sukai” [7]. Untuk menyiapkan mahasiswa yang bisa menghadapi perubahan zaman dan kemajuan teknologi informasi maka kemendikbud mengeluarkan kebijakan kampus merdeka. Dengan adanya kebijakan kampus merdeka yang dikeluarkan oleh kemendikbud bisa mewujudkan pembelajaran yang fleksibel di perguruan tinggi.Ada 4 kebijakan yang terdapat dalam kampus merdeka yaitu memudahkan perguruan tinggi untuk membuka program studi baru bagi PTN atau PTS. PTN dan PTS dapat membuka prodi baru jika perguruan tingi berakreditasi A dan B,prodi berkerjasama dengan perusahaan, organisasi nirlaba, atau universitas top 100 rangking QS, sistem akreditasi akan disederhanakan dan bersifat otomatis,bagi akreditasi B dan C dapat mengajukan akreditasi kapanpun, Diberikan kebebasan untuk pergutuan tinggi menjadi PTN-BH,dan mahasiswa memiliki hak belajar tiga semester, pada program ini mahasiswa dapat mengambil sks di jurusan berbeda di PTN yang sama.Mahasiswa diberikan hak untuk belajar diluar perguruan tinggi selama 2 semester dan 1 semester mahasiswa bisa mengambil mata kuliah diluar program studinya [8]. Program pembelajaran diluar perguruan tinggi bertujuan untuk menciptakan mahasiswa yang mandiri, disiplin, bisa memecahkan masalah secara langsung sehingga bisa menambah pengetahuan,pengalamam dan lebih siap menghadapi dunia kerja [8]. Mahasiswa dapat memilih kegiatan yang akan dilakukan selain pembelajaran dikelas. Adapun kegiatan yang dilakukan di luar perguruna tinggi antara lain:

  1. Pertukaran pelajar bertujuan untuk belajar lintas kampus dalam negeri maupun luar negeri,Membangun relasi dan memperkuat persaudaraan dan menyelenggarakan transfer ilmu pengetahuan.
  2. Magang/praktik kerja bertujuan untuk menyiapkan mahasiswa mengenal tempat kerja dan siap dalam dunia kerja.Program magang dilakukan selama 1-2 semester.
  3. Asisten mengajar, bertujuan untuk mahasiswa yang mempunyai minat mengajar dan menjadi guru di satuan pendidikanl.
  4. Penelitian, bertujuan menjadikan mahasiswa yang memiliki kompetensi penelitian yang dibimbing langsung oleh peneliti.
  5. Proyek kemanuasiaan,bertujuan untuk menjadikan mahasiswa menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan mahasiswa dapat peka dengan permasalahan sosial dan memberikan solusi sesuai dengan bidangnya.
  6. Kegiataan wirausaha,bertujuan agar mahasiswa memiliki jiwa berwirausaha dan bagi mahasiswa yang minat berwirausaha dapat mengembangkan usahanya sejak dini.
  7. Studi/proyek independen bertujuan untuk meningkatkan prestasi mahasiswa dalam ajang nasonal maupun. internasional, meneyelenggrakan pendidikan berbasis riset dan pengembangan (R&D) dan mengembangkan gagasan produk inovatif.
  8. Membangun desa/KKNT,bertujuan untuk membantu membangun wilayah pedesaan bersama dengan kementrian Desa PDTT.[9]

Melalui kebijakan Merdeka belajar-Kampus merdeka oleh kemendikbud perguruan tinggi dapat menghasilkan SDM yang ungul yang sesuai dengan perkembangan zaman dengan perkembangan IPTEK sesuai dengan tuntutan dunia usaha dan dunia kerja (nizam dalalam B K prahani, 2020) [10]. Proses pembelajaran dalam kampus merdeka merupakan perwujudan pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa menjadi penghalang untuk mahasiswa dalam mengembangkan kreativitas. Dengan kebijakan yang dikeluarkan oleh Kemendikbud memberi tantangan untuk pengembangan inovasi, kreativitas, kapasitas dan kebutuhan mahasiswa dan mengembangkan softskill dan hardskill untuk menjadikan mahasiswa yang kuat. Pada pandemi covid-19 inovasi,kreativitas perguruan tinggi meningkat dengan banyak nya penelitian dan kegitan relawan. Pandemi covid-19 bukan menjadi hambatan dalam mengimplementasikan kampus merdeka.Pada pandemi covid-19 kebijakan kampus merdeka mulai diterapkan di beberapa perguruan tinggi. Menurut nizam dalam pandemi covid 19 aktivitas pembelajaran di luar prodi dilakukan dengan banyaknya mahasiswa menjadi relawan dalam memberikan edukasi tentang covid-19 sebanyak 15.000 mahasiswa. Selain memberikan edukasi tentang covid lebih dari 1.000 inovasi yang diciptakan oleh perguruan tinggi untuk ikut membantu menangani pandemi covid-19. Program-program kampus merdeka menyiapkan sarjana menjadi kreatif, adaptif, memiliki kemampuan problem solving, dan multidisiplin.

Kebijakan merdeka belajar-kampus merdeka semoga dapat diterapkan di semua perguruan tinggi agar dapat menghasilkan mahasiswa indonesia yang beradab, berilmu dan siap menghadapi dunia kerja serta berkontribusi terhadap kehidupan bangsa. Nizam berpesan bahwa “untuk selalu berpikir optimis dan melalui semangat kampus merdeka diharapkan membantu dalam menghadap krisis akibat pandemi covid-19” [11]. Adapun kelebihan dari kampus merdeka adalah mahasiswa diberikan kesempatan untuk lebih mendalami studinya, mahasiswa bisa terjun langsung kepada masyarakat dan mahasiswa siap dalam menghadapi dunia kerja.Kampus merdeka masih perlu dipersiapkan dengan matang agar dalam penerapannya dapat dilakukan dengan baik dan tercapai kebijakan-kebijakan yang telah diluncurkan oleh kemendikbud serta dalam pelaksanannya dibutuhkan SDM yang baik dan terstruktur. Karena SDM adalah pelaksana dalam program kampus merdeka.[12].

Penulis : Ranti Sugihartanti Lahir di Garut, Ia merupakan Anak ke 3 yang beralamat di Kadungora, Garut , Jawa Barat. Saat ini ia sedang menempuh pendidikan Sistem Telekomunikasi di UPI Purwakarta. Moto hidup yang selalu ia pegang adalah “Jalani dan syukuri hidup yang telah allah berikan”.