Pengetahuan Adaptasi Perubahan Iklim Perlu di Arus Utamakan Bagi Masyarakat Aru

Oleh : Devirisal Djabumir

Pemukiman warga yang berada didaerah pesisir tak terelakan dari dampak Perubahan Iklim. Konektivitas antar pulau yang bergantung pada transportasi laut bahkan mayoritas warga yang menggantungkan hidup mereka dari hasil laut mengindikasikan bahwa perubahan iklim adalah ancaman bagi warga Aru.

Berdasarkan hasil kajian kerentanan yang di lakukan oleh APIK dan Pemerintah Kepulauan Aru tahun 2018 menunjukan adanya kerentanan pada beberapa sektor penting di antaranya Perikanan, Perhubungan, Pertanian, Air Bersih, Perumahan dan Pemukiman, dengan adanya hasil kajian ini di harapakan dapat menjadi pemicu kesadaran pemerintah sekaligus acuan dalam mengitegrasikan isu perubahan iklim dalam agenda-agenda kerja masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Meskipun Pemerintah mengakomodasi isu Perubahan Iklim dalam Rencana strategi mereka belum bisa menangguhkan masyarakat secara signifikan kalau masyarakat sendiri belum melek dampak perubahan iklim. Kerentanan tidak di latari oleh kondisi geografis saja namun juga pengetahuan akan dinamika dan perubahan iklim. Pemahaman atas dampak perubahan iklim akan meminalisir resiko sekaligus membuat masyarakat lebih bertanggunjawab terhadap lingkungan serta memilih aksi-aksi adaptasi yang strategis.

Istilah Perubahan Iklim memang menjadi hal yang baru bagi Warga Aru. Informasi cuaca dan iklim belum di manfaatkan secara optimal; Kelangkaan air di beberapa Desa saat musim kemarau; Kebergantungan pasar terhadap beberapa komoditas pangan yang selalu di impor dari Tual seperti cabai, tomat dan sayuran pada musim cuaca ekstrim ; itu semua menjadi gambaran realita yang menunjukan bahwa penting untuk meningkatkan kapasitas warga Aru dengan pengetahuan beradaptasi terhadap perubahan iklim agar mereka mampu mengurangi kerentanannya.

Untuk membumikan pengetahuan Perubahan Iklim di kepulauan Aru maka perlu adanya kolaborasi multi-pihak; baik itu pemerintah, lembaga pendidikan, para tokoh Agama dan Masyarakat serta Aktorlainnya. Isu perubahan iklim sudah harus di bunyikan dan di integrasikan dalam khotbah atau ceramah di Gereja, masjid bahkan materi pembelajaran Sekolah. Dengan demikian, maka warga Aru lebih terpapar oleh informasi tentang Perubahan iklim, dampaknya, serta upaya meresponya.