Peran Vital Industri Telekomunikasi di Masa Pandemi Covid-19

Madani-News.com – Pemerintah Indonesia menetapkan pembelajaran daring ( dalam jaringan ) dijatuhkan pada bulan maret 2020 dikarenakan kemunculan pandemi covid -19. Wabah yang tak disangka – sangka ini menjadi tantangan bagi perusahaan industri telekomunikasi di seluruh dunia, termasuk di negara kita sendiri yaitu indonesia. Perusahaan industri telekomunikasi ini telah mengalami penurunan yang begitu drastis pada tahun 2018. Industri telekomunikasi ini mengalami penurunan sebesar 7,3 persen. Virus yang datang dari wuhan negara china ini membawa dampak besar bagi semua perusahaan dibelahan dunia. Jika menengok ke belakang, pandemi COVID-19 bagaikan penghalang yang andal terutama dalam kacamata bidang pendidikan. Munculnya virus ini di Indonesia merombak seluruh sistem pembelajaran yang ada dari yang semulanya dilakukan secara langsung menjadi secara daring melewati berbagai aplikasi converence call seperti Zoom ataupun Google Meet yang mengoneksikan satu sama lain dalam bentuk konferensi video dalam jumlah banyak. Pemerintah diberi kepercayaan oleh masyarakat untuk menimbang dan memunculkan regulasi baru secara cepat guna menciptakan layanan pembelajaran yang baik meskipun dilalukan secara daring. Langkah ini menjadi tantangan yang nyata bagi pemerintah dalam memajukan pendidikan bangsa menuju generasi yang lebih baik.

Teknologi kian mendapat sorotan penting dalam melangsungkan segala macam aktivitas kehidupan manusia yang terhalang karena penyebaran virus yang semakin meluas. Pembatasan sosial yang ditegaskan oleh pemerintah menuntut manusia untuk memanfaatkan teknologi sebagai sumber penerima informasi serta sebagai sarana komunikasi dengan kerabat, kerjaan, kegiatan belajar-mengajar, ataupun keluarga secara jauh. Hal ini tentunya memberikan dampak yang cukup penting dalam lingkup telekomunikasi di mana pada awal pandemi ketika diberlakukannya Work From Home dan sekolah daring mengalami panen trafik dikarenakan pemakaian yang cukup drastis meningkat dibandingkan dari sebelum pandemi. Melansir dari situs DailySocial.id, kenaikan trafik yang terjadi didominasikan oleh online learning, hal itu disebabkan karena pengadaan sekolah daring yang dilakukan bermula dari tingkat sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Pada beberapa indsustri operator seperti Telkomsel, mencatat bahwa terdapat kenaikan trafik sebesar 16 persen, sedangkan Tri mengalami kenaikan trafik yang sangat tinggi dalam beberapa platform bimbingan belajar seperti Zenius (73%), Ruangguru (78%), dan Quipper (196%). Dari data di atas, dapat disimpulkan bahwa perkembangan pendidikan Indonesia menuju masa yang cerah di era pandemi ini. Oleh sebab itu, perusahaan kembali melakukan rekonstruksi dalam menambahkan produk yang terjangkau serta memperkuat jaringan terutama di area residensial dan pedesaan guna membantu melancarkan aktivitas kehidupan manusia yang sebagian besar dilakukan secara daring di rumah, termasuk dalam melancarkan kemajuan pendidikan di Tanah Air.

Penggunaan momentum ini diinisiasi sebagai sarana kemajuan infrastruktur digital di Indonesia mencapai kondisi yang lebih baik ke depannya. Secara pencapaian di bidang pendidikan, pemerintah sedikit demi sedikit sudah mulai membentuk kemajuan yang cukup signifikan melalui aspirasi rakyat, seperti contohnya memberikan layanan berupa kuota pelajar yang mendukung pelajar serta mahasiswa dalam melangsungkan proses pembelajaran secara baik.

Dalam fakta lapangannya, perubahan sistem, kurikulum, dan silabus materi yang digunakan pada awal tahun menyebabkan polemik yang cukup menjadi tantangan bagi pemerintah, guru, siswa, bahkan orangtua yang secara tidak langsung juga kelabakan dengan diadakannya sekolah daring yang dengan sekonyong dilakukan. Belum lagi, ketimpangan sosial menjadi masalah bagi individu pelajar ataupun mahasiswa hingga tidak jarang beberapa dari mereka ada yang berhenti atau menunda pendidikan dikarenakan masalah ekonomi keluarga. Namun, seiring dengan kemajuan yang ada, pemerintah melakukan kajian secara ulang terus-menerus sehingga dewasa ini, pendidikan di Indonesia cenderung mengarah ke kondisi yang lebih baik dan stabil dinilai dari kontibusi pemerintah terhadap pendidikan di Indonesia.

Kemajuan mutu belajar juga didorong dengan tingkat kemauan dan kemampuan pelajar dalam melakukan sekolah atau kuliah daring. Pada mulanya, instruksi Menteri Pendidikan, Nadiem Makarim terkait perubahan sistem pembelajaran dari luring menjadi daring mendapatkan sambutan positif dari berbagai kalangan termasuk pelajar. Perubahan tersebut dinilai sebagai suatu kemajuan pesat disertai dengan perubahan sistem lainnya sebagai langkah solutif dalam meminimalisir adanya penyebaran kasus virus COVID-19 di negeri Ibu Pertiwi ini. Nadiem Makarim beserta tim suksesnya meluncurkan kebijakan tersebut karena melihat kondisi negara yang sedang kurang baik. Sedangkan, kegiatan pembelajaran tidak bisa semata-mata diberhentikan mengingat pendidikan merupakan suatu pokok penting dalam meningkatkan kecerdasan dan mutu pelajar di Indonesia walaupun diterjang pandemi sekali pun. Maka dengan itu, dengan pertimbangan penuh, pendidikan di Indonesia dilakukan secara daring, seluruh intstitusi pendidikan ditutup secara luring dan menjalankan aktivitas pengajaran secara daring.

Pembelajaran secara online mendapatkan pandangan positif lantaran sistem pengajaran dengan model baru ini memberikan antusiasme tinggi terhadap pelajar. Rentannya kasus penularan virus juga menjadi suatu landasan bahwa metode ini menjadi suatu metode yang cemerlang dalam memerdekakan pendidikan dibandingkan dengan pengajaran tatap muka. Namun, seiring berjalannya waktu, pendidikan secara daring mendapatkan pandangan kurang baik di kalangan pelajar, di mana mereka cenderung jenuh dengan melakukan pembelajaran daring setiap harinya. Melihat layar laptop dalam waktu yang cukup lama menyebabkan mereka cepat kelelahan sehingga tidak dapat menangkap pembelajaran dengan baik, pada akhirnya kegiatan pembelajaran menjadi suatu hal yang sia-sia.

Ditinjau dari lensa pengajaran guru, agaknya masih membutuhkan konstruksi kembali terkait metode atau cara yang digunakan dalam pembelajaran secara daring. Hal ini menjadi renungan bersama, terutama bagi pemerintah dan tenaga pendidik. Guru atau dosen dirancang untuk menciptakan pembelajaran yang kreatif dan mudah dimengerti oleh siswa ataupun mahasiswanya, agar pengajaran dapat lebih efisien dan diterima secara baik oleh pelajar. Pasalnya, pengajaran secara daring dinilai kurang efektif dalam mencapaikan tujuan dari pembelajaran, yaitu dimengerti oleh pelajar secara baik. Penggunaan teknologi dalam sistem pembelajaran terlihat lancar dalam rangka pemberian tugas, tetapi dalam penjelasan materi, perbedaan dimensi ruang dan waktu menyebabkan sulitnya materi dapat sampai dan diterima oleh pelajar tanpa kesalahan dalam menangkap materi.

Selain itu, kurangnya pengetahuan tenaga pendidik yang melek akan teknologi dapat menjadi acuan penting pemerintah dalam memberi sosialisasi kepada tenaga pendidik guna melancarkan proses pendidikan non tatap muka. Dengan mengadakan sosialisasi terhadap tenaga pendidik dapat membentuk tenaga pendidikan yang lebih kompeten karena pada dasarnya, pembelajaran secara daring tidak hanya memindah proses pembelajaran secara tatap muka menuju pembelajaran digital, ilmu pengetahuan terkait teknlogi sudah semestinya digerakkan dalam membentuk proses pembelajaran digital yang lebih baik. Kejenuhan pelajar juga mengirimkan catatan khusus bagi guru dalam meningkatkan kemampuannya dalam mengatasi hal pokok yang berakibat fatal tersebut. Permasalahan terkait pengajaran masih terus dikaji oleh pemerintah dalam meningkatkan standardisasi pada guru dan dosen guna mencapai efektivitas pengajaran yang sesuai dengan yang diharapkan.(Sawitri, 2020)

Sekarang ini, bidang telekomunikasi telah berkembang secara signifikan dalam membantu proses pendidikan ke ranah yang lebih baik dibandingkan dengan sebelumnya. Telekomunikasi dapat dijadikan sebagai sarana pokok kebutuhan manusia di era ini dikarenakan penggunaan jejaring sosial dalam melancarkan aktivitas sosialisasi cenderung lebih diutamakan dan digunakan dalam kebutuhan sehari-hari semasa pandemi. Diperkuatnya kemajuan ini diharapkan masyarakat dapat mempergunakannya secara baik, termasuk pemakaian kuota belajar yang diberikan kepada pelajar ataupun mahasiswa untuk dapat digunakan dalam lingkup pembelajaran dengan baik tanpa mengubah ragam bentuknya dan digunakan untuk hal yang tidak semestinya.

Pemanfaatan telekomunikasi dalam pendidikan juga dapat membantu menyukseskan merdeka belajar dengan mengikuti berbagai organisasi atau magang secara daring bagi mahasiswa guna menambah kemampuan dan performa mereka di ranah masing-masing. Di sisi lain, munculnya bimbel online juga membantu pelajar dalam meningkatkan pemahamannya terkait suatu materi yang belum ia kuasai dalam rumpunnya. Dengan menggunakan metode video on demand dan gaya pembelajaran yang cenderung lebih efisien, pelajar dapat mengakses pembelajaran dengan baik di luar dari pembelajaran daring di sekolahnya, fasilitas ini tidak hanya berguna bagi pelajar saja, tetapi juga berguna bagi mahasiswa khususnya mahasiswa baru dalam memahami konsep dasar pembelajaran yang masih memiliki kemiripan dengan mata kuliahnya.(Kahfi, 2020) Semua fasilitas yang diberikan akan sangat berguna bagi kualitas pendidikan di Indonesia, bahkan untuk diri seorang pelajar sendiri. Di mana pada masa pandemi ini, pelajar ataupun mahasiswa memang sudah dituntut untuk lebih aktif dalam mengembangkan dirinya lebih baik untuk dirinya sendiri.

Dalam rangka menjunjung tinggi mutu pendidikan bangsa, beragam upaya telah dikerahkan oleh pemerintah dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran seperti sedia kala, bahkan lebih baik dari yang sebelumnya. Dengan adanya pandemi COVID-19 ini diharapkan pelajar dapat lebih baik dalam membantu meningkatkan kualitas pembelajaran di Indonesia dengan beragam layanan dan fasilitas yang sudah diberikan oleh pemerintah kepada masyarakat.(Indrawati, 2020) Mempergunakan setiap layanan tersebut dengan baik dan sesuai pada porsinya. Menteri Pendidikan, Nadiem Makarim sudah senantiasa membentuk kebijakan-kebijakan baru dalam menyukseskan pendidikan menuju Indonesia Emas 2045 dengan itu, sudah seharusnya bagi pelajar untuk ikut serta mengambil peran dan bekerja sama dalam melancarkan program tersebut dalam rangka memerdekakan pendidikan meskipun pandemi COVID-19 masih terus menjamur dan menyebarluaskan virus mematikannya di Tanah Air.

Daftar Pustaka :

  • Hanifah Salsabila, U., Irna Sari, L., Haibati Lathif, K., Puji Lestari, A., & Ayuning, A. (2020). Peran Teknologi Dalam Pembelajaran Di Masa Pandemi Covid-19. Al-Mutharahah: Jurnal Penelitian dan Kajian Sosial Keagamaan, 17(2), 188–198. https://doi.org/10.46781/al-mutharahah.v17i2.138
  • Indrawati, B. (2020). Tantangan dan Peluang Pendidikan Tinggi Dalam Masa dan Pasca Pandemi Covid-19. Jurnal Kajian Ilmiah, 1(1), 39–48. https://doi.org/10.31599/jki.v1i1.261
  • Industri Telekomunikasi Punya Prospek Cerah di Masa Pandemi | UII. (t.t.). Diambil 8 Februari 2021, dari https://www.uii.ac.id/industri-telekomunikasi-punya-prospek-cerah-di-masa-pandemi/
  • Kahfi, A. (2020). TANTANGAN DAN HARAPAN PEMBELAJARAN JARAK JAUH DI MASA PANDEMI COVID 19. 03, 18.
  • Karim, B. A. (2020). Pendidikan Perguruan Tinggi Era 4.0 Dalam Pandemi Covid-19 (Refleksi Sosiologis). 1(2), 11.
  • Menjawab Tantangan Belajar Jarak Jauh di Indonesia: Dari Keliling ke Rumah Murid dan Memberikan Internet Gratis Untuk Pelajar—ABC News. (t.t.). Diambil 8 Februari 2021, dari: https://www.abc.net.au/indonesian/2020-08-05/sejumlah-solusi-untuk-tantangan-belajar-jarak-jauh-di-indonesia/12523736
  • Peliknya Industri Telekomunikasi di Masa Pandemi | Dailysocial. (t.t.). Diambil 8 Februari 2021, dari https://dailysocial.id/post/peliknya-industri-telekomunikasi-di-masa-pandemi
  • Pembelajaran Online di Tengah Pandemi Covid-19, Tantangan yang Mendewasakan | Pusdatin. (t.t.). Diambil 8 Februari 2021, dari https://pusdatin.kemdikbud.go.id/pembelajaran-online-di-tengah-pandemi-covid-19-tantangan-yang-mendewasakan/
  • Peran Vital Teknologi dalam Menjagal Penyebaran Virus Corona. (t.t.). Diambil 8 Februari 2021, dari https://voi.id/berita/2577/peran-vital-teknologi-dalam-menjagal-penyebaran-virus-corona
  • Sawitri, D. (2020). Penggunaan Google Meet Untuk Work From Home Di Era Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). 9.

Kontribusi : Aliffia Nur Hasana Adalah Mahasiswa Program Studi Sistem Telekomunikasi Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Purwakarta Semester 2.Essai ini adalah salah satu syarat kelulusan matakuliah Literasi TIK yang diampu oleh Bapak Hafiyyan S.ST. , M.T & Bapak Fuada S.Pd. , M.T