Petani Menjerit, Ketua Komisi I DPRD Lampung Sosialisasikan Perda No 4/2018 di Kebun Karet Way Kanan

 8 total views

Lampung, Way Kanan – Ketua Komisi 1 DPRD Propinsi Lampung, Yozi Rizal mensosialisasikan Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Lampung Nomor 4 Tahun 2018 tentang penyelenggaraan Pembangunan Ketahanan Keluarga.

Yozi Rizal mensosialisasikan Perda Nomor 4 Tahun 2018 itu kepada warga Negeri Baru dan Karang Umpu di Kampung Negeri Baru, Kecamatan Blambangan Umpu, Kabupaten Way Kanan, Rabu (10/9/2020).

Kegiatan sosialisasi Perda ini diikuti oleh sejumlah Petani karet beserta keluarga dan warga lainnnya dengan mengikuti protokol pencegahan Covid-19 seperti menggunakan masker dan cuci tangan sebelum masuk lokasi acara.

Dia pun memilih perkebunan karet PT Perkebunan Nusantara 7 lokasi sebagai lokasi sosialisasi sebagai bentuk perhatiannya kepada petani karet yang sedang ‘menjerit’ karena anjloknya harga karet.

Selain itu, kata dia, sebagai bentuk aksi agar Pemerintah memperhatikan nasib petani karet, khususnya di Kabupaten Way Kanan dimana harga karet yang belum beranjak naik.

“Sengaja saya memilih lokasi sosialisasi Perda Nomor 4 Tahun 2018 di lahan perkebunan karet agar mendapatkan perhatian Pemerintah bahwa hari ini keluarga petani Karet Way Kanan menjerit,” kata Yozi Rizal dilansir dari media Lampost.co.

“Dengan (Kondisi) harga komoditas karet yang cenderung menurun dan tak kunjung naik, ini soal ketahanan ekonomi keluarga, keluarga petani,” tandasnya.

Diketahui, harga karet semakin anjlok akibat wabah Corona. Kepala Dinas Industri dan Perdagangan Provinsi Lampung, Satria Alam menyebut, sebelum wabah korona, harga karet Rp. 8.000/kg.

Namun pada bulan April lalu, kata dia, harga karet dipasaran turun drastis di angka Rp. 4.000/kg. Menurutnya, naik atau turunnya harga karet dipasaran ditentukan dari bursa yang ada di Singapura dan Jepang.

“Karet merupakan barang bebas, kita tidak bisa mempengaruhi harga, sehingga pasar yang menentukan,” ujar Satria Alam. (*)