Pilar Saga Ngaji Kamulyan di Posko NU Peduli Kota Tangsel Komitmen Memperluas Akses Kepemudaan dan Kepelajaran

Tangsel, Ciputat – Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPNU-IPPNU) Kota Tangerang Selatan Bersama NU Care Lazis NU Kota Tangsel mengadakan “Ngaji Kamulyan” terkait isu kepemudaan, Minggu (30/08/2020) di Posko NU Peduli Covid-19 Ruko Prima sekitar bilangan Ciputat Kota Tangsel.

Tema yang diangkat dalam diskusi itu tentang “Membangun Jejaring Kepemudaan Dalam Bingkai Visi Kota Tangerang Selatan 2025”. Ketua IPNU Kota Tangerang Selatan, Ahmad Sibly mengatakan, “tujuan ngaji kamulyan ini yaitu untuk memperluas wawasan dan menambah persaudaraan antar sesama baik muslim maupun non muslim serta membuka pandangan terkait isu kepemudaan. Semoga acara ini bisa bermanfaat untuk pemuda Kota Tangsel dan kalangan pelajar serta pemuda NU khususnya” ungkap sibly.

Pada diskusi tersebut, pihaknya mengundang Pilar Saga Ichsan sebagai aktivis kepemudaan yang juga sedang bertarung di pilkada Kota Tangsel. Dalam diskusi itu, Pilar Saga Ichsan menjelaskan “ Kota Tangerang Selatan sebagai penyangga Ibu Kota harus bisa menjadi the most suitable city for living in Indonesia, ini adalah mimpi saya dan harus saya wujudkan kelak seandainya mendapat kepercayaan dan amanah dari warga Kota Tangsel. Menjadikan kota ini betul-betul bisa dinikmati oleh semua orang yang ada disini dan bisa terlihat maksimal pengelolaan dan manajerial yang bagus dari sisi luar Tangsel” ungkap Pilar.

Berbicara tentang kepemudaan menjadi alur diskusi ini kian menghangat dan terasa bersahabat tentu pastinya akan bermanfaat untuk seluruh kalangan nahdliyin dan umumnya untuk warga Kota Tangsel “tentang kepemudaan misalnya, saya ingin adanya sinergitas antara pemerintah dan organisasi kemasyarakatan khususnya Nahdlatul Ulama. Karena kita faham dan mengerti semuanya bahwa NU adalah organisasi yang memiliki kapasitas untuk bisa diajak berdiskusi dengan ramah, bersahabat dan tentunya candaan yang khas ala NU itu sendiri. Oleh karena itu, saya sangat ingin bersama-sama pelajar dan pemuda NU mengembangkan jejaring dan memperluas akses untuk kemaslahatan seluruh warga Kota Tangsel” imbuh Pilar.

Seluruh warga Kota Tangsel berhak untuk mendapatkan kebutuhan secara maksimal guna memperpanjang daftar kesejahteraan yang sampai saat ini sudah mulai membaik “kondisi Indeks Pembangunan Manusia (IPM) kita di Tangsel dalam posisi pandemi seperti ini saja masih bisa bersaing dengan Jakarta. Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS) Banten pada 2011, Kota Tangsel mendapatkan skor IPM 76,99. Setahun kemudian, nilainya menjadi 77,68. Pada 2013, nilai IPM Kota Tangsel naik menjadi 78,65 hingga 2019 menjadi 81,48. Sementara itu, IPM Indonesia berada di level 71,92, sedangkan Banten di level 72,44. Untuk itu, saya berjanji akan terus menyempurnakan pencapaian bersama Bapak Benyamin Davnie yang juga sudah memiliki kemampuan birokrasi di Kota Tangsel selama 10 tahun. “tambah Pilar.

Ditempat yang sama, Kyai Himam Muzzahir sebagai Sekretaris Tanfidziyah PCNU Kota Tangsel mengatakan “ngaji kamulyan menjadi agenda rutin pelajar NU, anak muda NU dan LazisNU di Kota Tangerang Selatan sebagai wadah silaturahim dan sharing knowledge lintas kader nahdliyyin serta membuat ruang lintas batas mengedepankan asas kebersamaan khususnya pada saat momentum pilkada seperti saat sekarang ini. Tentu, PCNU Kota Tangsel menyambut positif adanya kegiatan ini karena bagian dari rasa keingintahuan seluruh anak anak kita berkaitan apa yang ada di kepala para calon Walikota dan Wakilnya. Sehingga setelah tau dan faham, kita bisa menjelaskan dengan lugas tanpa ada tendensi apapun kepada khalayak umum di Tangsel.” ungkap Zahir. “semoga dengan adanya ngaji kamulyan ini warga nahdliyyin khususnya pelajar NU bisa mendapatkan oleh-oleh pemikiran yang positif dari setiap hadirnya narasumber khususnya Mas Pilar”. Imbuhnya.

Ahmad Andi Wibowo yang didapuk untuk memimpin jalannya diskusi ngaji kamulyan ini mengatakan bahwasannya “kesimpulan dari diskusi mingguan ini adalah bagian yang tak terpisahkan dari cara pandang seluruh petarung pilkada Kota Tangsel dan para pemuda serta pelajar yang selalu ingin memperluas ruang gerak serta batasan akses yang panjang, berkelanjutan dan bermanfaat untuk seluruh warga masyarakat Kota Tangsel. Link and match kesejahteraan dan ekonomi, peta persebaran kualitas ruang publik yang ramah serta sinergitas pemerintah dibidang pendidikan menjadi hal wajib bahkan menu utama untuk terus menaikan IPM Kota Tangsel. Tentu dengan tambahan dan program serta kebijakan pemerintah kedepan yang berfikir tanpa sekat alias merakyat”. Ungkap pria yang juga menjadi Pembina IPNU Kota Tangsel.

Diskusi tersebut dihadiri sekitar 50 orang yang terdiri dari perwakilan pengurus PCNU beserta banom-banom NU Kota Tangerang Selatan dan mahasiswa serta pemuda di sekitaran lokasi acara. (Red/Afifudin/Denovan)