Pocadi, Membaca & Imajinasi

Kota Metro – Pojok Baca Digital (pocadi) berada di tengah-tengah antara taman merdeka dan masjid Taqwa Kota Metro. Di ruangan ini ada penjaga dari dinas perpustakaan dan kerasipan daerah kota Metro berjaga bergantian. Hibah anggaran dari perpustakaan nasional, maka) dibangunlah Pocadi untuk memfasilitasi warganya mengakses informasi atau bacaan di ruang publik.

Tidak banyak memang jumlah pengunjung, tapi penjaga di dalamnya adalah anak muda yang memang hobi membaca. Afriyan Arya Saputra namanya, 4setiap jam kerja absen ke dispusarda dan dari jam 09.00-16.00 dengan setia menjaga ruang pocadi baik dikunjungi atau tidak sama sekali. Bagi Afriyan membaca butuh keheningan, tidak harus ramai. Karena membaca butuh sepi, fokus dan tidak perlu festivalisasi.

Saya kira ucapan Afriyan ada benarnya, tapi juga tidak salah jika SD, SMP di sekitaran taman kota bergantian jadwal untuk berkunjung meramaikan pocadi 1 bulan sekali. Misal yang terdekat SMP N 3 Metro per kelas setiap bulan atau 1 tahun sekali adakan kegiatan agar anak-anak tidak monoton di ruang kelas. Bisa kegiatan membaca, kelas menulis, dongeng, bedah buku.

Sebagai tempat membaca, Pocadi harus ramah terhadap anak-anak sekolah bahkan apapun backgroundnya. Dari proses literasi ini akan muncul generasi yang asyik dan tanggung jawab terhadap lingkungan sekitarnya. Tidak buang sampah sembarangan, tidak menyerobot antrian, ramah pada orang lain, suka membantu. Ruang ini cocok menjadi praktik atau proses pendidikan trnasformatif.

Literasi membawa kita pada imajinasi. Membawa manusia pada mimpi hidup masa depan yang lebih baik. Dengan bersama para literatus (orang yang terus belajar), kehidupan akan dituntun pada kebenaran yang otentik. Orang yang terus belajar akan menjadi teman yang penting selamanya. Imajinasi harus punya peluang aktualisasi, pocadi harus banyak dibantu kegiatan rutin tanpa harus biaya besar. Kreasi dan inovasi menjadi penting memandang masa depan pocadi. #jagateman #MetroMembaca

Penulis : Dharma Setyawan (Penggerak Payungi)