Polda Provinsi Lampung Limpahkan Kasus OTT Oknum PNS Inspektorat Kabupaten Lamtim ke Kejati

Bandar Lampung – Penyidik Polda Lampung melimpahkan empat tersangka korupsi program pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL) di Lampung Timur (Lamtim) kepada Kejati Lampung, Selasa 13 Oktober 2020. Dua dari empat tersangka itu merupakan oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkab Lamtim, yakni Himawan Santosa dan Hendri Widio Harjoko.

Keduanya terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) bersama dua orang lainnya, yakni Firmansyah dan Suparmin pada 6 Juli lalu. “Hari ini telah dilaksanakan pelimpahan tahap kedua dari Polda atas perkara tindak pidana korupsi yang dilakukan dua oknum ASN Lampung Timur atas nama Himawan Santosa dan Hendri Widio Harjoko,” kata Kasipenkum Kejati Lampung Andrie W Setiawan.

Andrie menjelaskan kedua oknum ASN bersama Firmansyah dan Suparmin menakut-nakuti korban selaku kepala desa atas laporan Firmansyah terkait pungutan PTSL. Firmansyah yang merupakan pengurus salah satu ormas tersebut melaporkan pungutan PTSL itu kepada Inspektorat Lamtim.

“Himawan Santosa selaku ASN dengan jabatan Inspektur Wilayah II di Inspektorat Lamtim bersama-sama Hendri Widio Harjoko bekerjasama dengan Firmansyah dan Suparmin memeras korban untuk menyerahkan sejumlah uang agar laporan yang ditangani oleh Inspektorat Lamtim ditutup dan tidak dilanjutkan ke aparat penegak hukum,” jelas Andrie.

Keempatnya didakwa Pasal 12 huruf e atau Pasal 11 atau Pasal 5 ayat (2) UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah menjadi UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana. “Barang bukti yang dilimpahkan diantaranya sejumlah uang dan alat komunikasi,” pungkas Andrie. (Red/Rls)