Rasionalita Prinsip Ekonomi Syariah

Madani-News.com – Rasionalitas memiliki makna yang relatif sama baik dari sudut pandang masyarakat umum, maupun dari sudut-sudut pandang keilmuan psikologi, ekonomika, dan filsafat. Ketika kita berharap agar seseorang bertindak secara rasional, maka yang dimaksudkan adalah orang lain tersebut bertindak berdasarkan keputusan yang dipikirkan secara matang, dan dilandasi oleh informasi yang ak urat dan objektif.

Islam merupakan ajaran yang mengatur kehidupan dalam semua dimensi baik akidah, ibadah, dan semua aspek kehidupan manusia termasuk semua bentuk muamalah, khususnya pada hal-hal yang berkaitan dengan ekonomi. Tidak ada sesuatupun yang tersembunyi dari jangkauan Allah SWT dan tidak sesuatupun yang luput dari pengawasan-Nya. Pemahaman tentang rasionalitas ekonomi sesungguhnya tidak bisa dipisahkan dari sistem ekonomi yang mendasarinya. Sistem dapat didefinisikan sebagi suatu organisasi yang terdiri dari berbagai unsur yang saling berhubungan satu sama lain, saling mempengaruhi dan bekerja sama untuk mencapai tujuan tertentu. Selanjutnya, dapat dikatakan bahwa sistem ekonomi adalah organisasi yang terdiri dari bagian-bagian yang saling terkait dan bekerja sama untuk mencapai tujuan ekonomi.

Islam memandang bahwa manusia dikatakan rasional apabila dapat memenuhi kebutuhan dan keinginannya untuk tujuan jangka panjang nonmateri (akhirat). Rasionalitas ekonomi syariah dapat dilihat pada asas-asas Ekonomi Syariah dan prinsip dasar sistem yang dipakai. Jika dalam ekonomi konvensional menusia disebut rasional secara ekonomi jika mereka selalu memaksimumkan utility untuk konsumen dengan keuntungan untuk produsen, maka dalam ekonomi islam seorang pelaku ekonomi, produsen, konsumen akan berusaha untuk memaksimalkan maslahah.

Ekonomi Syariah memiliki karakteristik dan nilai-nilai yang berfokus kepada amar ma’ruf nahi mungkar, yang berarti mengerjakan yang benar dan meninggalkan yang dilarang. Oleh karena itu, tujuan dari sistem ekonomi syariah antara lain (Zainuddin Ali, Hukum Ekonomi Syariah, 2008: 2)

  1. Kesejahteraan ekonomi dalam kerangka normal moral Islam (dasar pemikiran QS. Al-Baqarah: 2 dan 168, Al-Maidah: 87-88, Al-jumu’ah: 10);
  2. Membentuk masyarakat dengan tatanan sosial yang solid berdasarkan keadilan dan persaudaraan yang universal (QS.Al-Hujurat: 13, Al-Maidah: 8, Asy-Syuaraa: 183);
  3. Mencapai distribusi pendapatan dan kekayaan yang adil dan merata (QS. Al-an’aam: 165, An-Nahl: 71, Az-Zukhruf: 32);
  4. Menciptakan kebebasan inndividu dalam konteks kesejahteraan sosial (QS. Ar-Ra’du:36,Luqman: 22).

Prinsip-prinsip umum Ekonomi syariah dalam kegiatan Ekonomi adalah:

  1. Mendorong aktivitas ekonomi dan meningkatkan penambahan kepemilikan.
  2. Prinsip : menekan kejujuran dalam bekerja sama dan menghindari dari kebergantungan :Meminjamkan bagi seseorang yang membutuhkan, Menekan kerja sama bagi hasil daripada membungakan modal pokok.
  3. Memiliki tanggung jawab sosial.

Di samping itu, berdasarkan hal di atas ekonomi syari’ah dapat dilihat dari 4 (empat) sudut pandang, yaitu (Zainuddin Ali, 2008: 3)

  1. Ekonomi Ilahiyah (Ketuhanan) mengandung arti, bahwa manusia diciptakan oleh Allah Swt untuk memenuhi perintah-Nya, yakni beribadah dan dalam mencari kebutuhan hidupnya, manusia harus berdasarkan aturan-aturan (syariah) dengan tujuan utama untuk mendapatkan ridho-Nya.
  2. Ekonomi Akhlaq mengandung arti, bahwa kesatuan antara ekonomi dan akhlaq harus berkaitan dengan sektor produksi, distribusi dan konsumsi. Dengan demikian seorang muslim tidak bebas mengerjakan apa saja yang diinginkan atau yang menguntungkan tanpa mempedulikan orang lain.
  3. Ekonomi Kemanusia, mengandung arti, bahwa Allah Swt memberikan predikat ‘khalifah’ hanya kepada manusia, karena manusia diberi kemampuan dan perasaan yang memungkinkan ia melaksanakan tuganya, melalui perannya sebagai ‘khalifah’ manusia wajib beramal, bekerja keras, berkreasi dan berinovasi.
  4. Ekonomi Keseimbangan, pandangan Islam terhadap hak individu dan masyarakat diletakkan dalam neraca keseimbangan yang adil tentang dunia dan akhirat, jiwa dan raga, akal dan hati, perumpamaan dan kenyataan, iman dan kekuasaan.

Ekonomi syariah adalah sebuah bangunan yang akan ditopang oleh tiang-tiang penyangga yang kokoh. Dalam bangunan ekonomi syariah, tiang-tiang penyangga ini berupa prinsip-prinsip ekonomi. Prinsip-prinsip ini lah yang akan menjadikan bangunan ekonomi syariah kokoh dan dinamis. Kualitas bangunan ekonomi syariah tersebut akan diwarnai oleh nilai-nilai. Nilai disini adalah nilai yang di gali dari Al-Quran dan As-Sunnah. Nilai-nilai yang ada dalam Al-Quran dan As-Sunnah tersebut tidak dapat dipisah-pisahkan antara yang satu dengan yang lain. Nilai-nilai tersebut merupakan satu kesatuan yang utuh, yang akan selalu mendasari setiap kegiatan ekonomi. Nilai-nilai dalam Al-Quran dan As-Sunnah terkait dengan ekonomi sangatlah banyak dan rasional. Dari berbagai pandangan ekonomi muslim, dapat disimpulkan bahwa inti dari nilai ajaran Islam adalah tauhid, yaitu bahwa segala aktivitas manusia di dunia ini, termasuk ekonomi, hanya dalam rangka ibadah, untuk ditujukan mengikuti satu kaidah hukum, yaitu hukum Allah Swt. Pada hakikatnya, hukum yang berlaku di dunia ini bisa berasal dari Allah Swt maupun manusia. Ekonomi akan membawa kepada falah ketika mampu membawa hukum-hukum buatan manusia ini kembali kepada hukum universal, yaitu hukum Allah.

Dari bebarapa aspek prinsip-prinsip dan tujuan ekonomi syariah penulis memiliki sudut padang yang cukup rasional dalam penerapannya. Rasionalitas kebenaran prinsip ekonomi syariah mewujudkan mashlahah yang maksimum dan mencegah kerusakan di muka bumi. Nilai yang digariskan dalam prinsip ekonomi syariah adalah memberikan kemanfaatan yang sebesar-besarnya bagi kehidupan manusia sebagai sarana terciptanya kesejahteraan secara menyeluruh (maslahah) bukan hanya segelintir individu. Adanya hambatan yang menyebabkan sekelompok manusia dari kalangan tertentu menguasai atau memonopoli pemanfaatan sumber daya ekonomi harus dicegah. Sebagaimana Allah jelaskan bahwa setiap individu manusia adalah khalifah Allah dibumi dan sumber daya alam ini diciptakan untuk kesejahteraan manusia. Setiap individu juga harus dijamin mendapatkan kesempatan yang sama.

Karakteristik ekonomi syariah yang berfokus kepada amar ma’ruf nahi mungkar secara rasional mendorong orang lain berbuat kebaikan dan mencegah manusia dari berbuat keburukan. Dengan konsep ini, manusia secara individu atau kelompok akan berusaha untuk mewujudkan kehidupan yang baik dan menjauhkan hal-hal yang dilarang dari kehidupannya. Prinsip ekonomi syariah menjamin adanya peluang setiap individu untuk amar ma’ruf nahi munkar sehingga maslahah dan masyarakat harmoni bisa terwujud.

Penulis: Toni Fauzi (Mahasiswa Ekonomi Syariah Pascasarjana IAIN Metro)