Sampah di Era Globalisasi

Globalisasi, mungkin kata itu sering kita dengar di handphone, televisi, radio, maupun koran. Dengan adanya globalisasi, negara-negara yanga ada dibelah dunia dapat dengan mudah melakukan suatu interaksi baik dalam komunikasi maupun dalam informasi. Kemunculan globalisasi banyak sekali memberikan dampak, baik secara positif maupun secara negatif. Salah satu dampak positif yang dapat kita rasakan dari globalisasi yaitu memudahkan manusia untuk memperoleh informasi dan pengetahuan serta memberikan kemajuan dalam bidang teknologi, komunikasi, informasi dan tranformasi yang memudahkan kehidupan manusia. Disamping banyak memberikan manfaat, akan tetapi keberadaan globalisasi justru memberikan dampak negatif yaitu berimbas pada masalah lingkungan. Lingkungan yang seharusnya menjadi tempat tinggal yang nyaman dan indah bagi semua makhluk, kini tidak lagi bisa dirasan oleh sebagian masyarakat dikarenakan sampah.

Sampah adalah bahan yang dianggap sudah tidak terpakai dan dibuang oleh pemiliknya/pemakai sebelumnya. selain itu, sampah juga dapat diartikan sebagai material sisa yang tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu proses. Dalam kehidupan sehari-hari manusia tidak lepas dari sampah. Sampah-sampah tersebut pada umumnya dihasilkan dari bahan-bahan bekas keperluan rumah tangga seperti: plastik makanan ringgan, pempes, botol-botol bekas, dan sebagainya. Indonesia merupakan negara penghasil sampah terbanyak di dunia setelah China. Tercatat dalam satu jam, Indonesia memproduksi 7.300 ton sampah atau 175 ribu ton sampah per hari. Jika ditotal, dalam satu hari jumlah itu bisa menimbun Stadio Gelora Bung Karno.

Khususnya diwilayah Banten, sampah sudah menjadi hal yang lumrah dikalangan masyarakat. Salah satu yang menyebabkan sampah di Banten yaitu tempat pembuangan sampah yang tidak diurus dengan baik, sehingga sampah-sampah saling bertumpukan, disamping itu pola pikir manusia yang sempit membuat sebagian orang dengan mudah membuang sampah langsung ke laut, sungai dan di tempat-tempat umum lainya. Meskipun sampah di Banten tidak sebanyak Surabaya. Akan tetapi, jika masalah ini tidak ditangani dengan serius, maka beberapa tahun kemudian Banten menjadi lautan sampah.

Akan tetapi, tidak semua masyarakat bertindak seperti itu. Dibalik semua itu, masih ada kelompok, komunitas maupun lembaga-lembaga pemeritahan lainnya yang memperdulikan sampah. seperti upaya pemerintah dalam menangani sampah di Banten dengan banyaknya program sampah yang dikeluarkan pemerintah serta rekayasa program-program yang telah ada adalah sebagai bentuk dalam mengatasi permaslahan sampah yang semakin tidak terkendali. Program yang saat ini gencar disosialisasikan adalah pengelolaan sampah melalui Bank Sampah. itulah salah satu upaya pemerintah dalam mengatasi sampah.

Orang yang berilmu selalu tampil bersih dan suka bersih-bersih. Jangan menjadi orang yang malas menjaga kebersihan terutama untuk lingkungan dan sekitar. Orang-orang yang malas menjaga kebersihan adalah mereka yang rentan terhadap serangan penyakit. Oleh karena itu jangan pernah bosan untuk menjaga kebersihan. Kemanapun kamu berada, tetaplah menjaga kebersihan untuk dirimu. Keperibadian yang baik akan menjaga kebersihan lingkungannya. (Red/Aldi)