Sampah Plastik Disulap Jadi Listrik Oleh Ilmuwan Inggris

Madani-News.com – Ia bisa ditemukan di mana-mana. Berserakan mengganggu penglihatan dan keindahan. Bahkan di laut terdalam pun ia telah ditemukan. Namanya sampah plastik.

Bukan hanya itu, sampah plastik bahkan ditemukan dalam perut ikan. Keberadaannya adalah ancaman nyata bagi lingkungan, hewan, dan manusia.

Kampanye pengurangan sampah plastik telah banyak dilakukan. Bahkan Indonesia dan Jepang melakukan kerja sama untuk menangani sampah plastik di laut.

Upaya terbaru seperti yang ditulis Bintang Krisanti di mediaindonesia.com pada hari Jumat, 12 Juli 2019 lalu. Jika baru-baru ini ilmuwan dari University of Chester, Inggris menemukan teknologi pertama untuk mengubah plastik menjadi listrik.

Plastik dimaksud adalah plastik kemasan makanan dan plastik yang dikumpulkan dari pantai-pantai. Menariknya plastik-plastik itu diolah tanpa perlu penyortiran dan pencucian, namun dilakukan pencincangan untuk mendapatkan ukuran panjang 5 cm.

Plastik tersebut kemudian dilelehkan dalam temperatur 1.000 derajat celcius kiln (temperatur pembakaran). Gas yang dihasilkan dari pembakaran inilah yang dikonversikan menjadi energi.

“Teknologi yang mengubah semua sampah plastik menjadi singas hidrogen berkarbon rendah ini nantinya dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar mesin,” ujar Profesor Joe Howe, Direktur Eksekutif Thornton Energy Research Institute yang berada di bawah University of Chester.

Katanya lagi, jika tidak ada plastik tersisa dari proses tersebut. Sementara produk sampingan dari proses pengolahan itu adalah listrik.

Hal tersebut menurutnya menunjukkan jika teknologi sampah plastik temuannya tidak hanya dapat menjadi energi bagi kendaraan melainkan juga penerangan untuk rumah.

“Ini akan memberi nilai ekonomi bagi sampah plastik karena dapat menjadi sumber energi bagi kota-kota dan lebih penting lagi dapat membantu membersihkan lautan dari sampah plastik,” ujarnya.

Jepang jadi tujuan pertama

Teknologi yang akan segera dipatenkan itu direncanakan akan menjadi penyuplai energi bagi pembangkitnya sendiri yang berada di Tanjung Ellesmere, Cheshire, dan 7.000 rumah di Inggris.

Selanjutnya akan bermitra dengan PowerHouse Energy, teknologi itu akan mereka bawa ke Asia, dengan Jepang menjadi tujuan pertama.

Sebenarnya persoalan sampah menjadi listrik telah banyak dilakukan di beberapa negara. Sebut saja Swedia, bahkan di Indonesia ada beberapa kota telah menyulap sampah menjadi listrik.

Safrezi Fitra pada bulan Aprli lalu menulis di katadata.co.id. JikaMenteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengatakan 12 kota mulai menerapkan pengolahan sampah menjadi listrik atau “waste to energy”.

Kota-kota yang telah membangun pembangkit listrik tenaga sampah ini di antaranya Jakarta, Medan, Surabaya, Bali, Bandung, dan Manado.

Namun, khusus teknologi pembangkit listrik menggunakan sampah plastik, seperti yang ditulis Bintang. Temuan ilmuwan dari University of Chester, Inggris adalah yang pertama.

Temuan tersebut tentu menjadi kabar gembira bagi dunia yang sedang galau menangani sampah plastik yang semakin rumit.

Sumber : Klik Hijau