Beranda Berita Sangat Mencemaskan Sekali, Ada Pulau Sampah di Daratan Muara Sungai Cisadane

Sangat Mencemaskan Sekali, Ada Pulau Sampah di Daratan Muara Sungai Cisadane

Madani-News.com – Pertama hanya satu sampah yang hanyut, disusul sampah yang lain. Seperti itulah segala sesuatu, selalu ada yang pertama memulainya. Pun yang membuang pertama kali pasti hanya satu orang dan barangkali dia berpikir hanya dia yang membuang sampah dan hanya satu sampah.

Lalu orang selanjutnya datang dengan pikiran yang sama. Begitu seterusnya selama bertahun-tahun. Hingga peribahasa “Sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit” benar-benar terbukti.

Namun, jika bukit di imajanasimu adalah gundukan atau sesuatu yang menjulang. Maka untuk kasus satu ini, kamu bisa menggantinya dengan pulau seperti artikel Candra Irawan di Idntimes.com yang berjudul Miris! Daratan di Muara Sungai Cisadane Berubah Jadi Pulau Sampah.

Ide tulisan ini bermula dari tulisan Candra tersebut. Dia mengatakan bermula dari sampah yang hanyut terbawa air sungai, sebuah daratan kecil yang tadinya kosong dan hanya dihuni tanaman mangrove, kini berubah menjadi pulau sampah.

Entah berapa tahun lamanya sampah dari wilayah sekitar sungai Cisadane, Tangerang, tersangkut di pulau kecil itu, hingga membuat sampah-sampah itu menumpuk dan mengeras layaknya tanah.

Dampaknya meresahkan

Awalnya sampah-sampah yang menghuni muara sungai Cisadane itu dianggap biasa saja. Seperti kita (manusia) pada umumnya. Segala hal yang belum berdampak buruk akan dianggap baik-baik saja.

Namun, setelah ada dampak buruknya, kita baru mengeluh seperti warga Desa Tanjung, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang, Banten, yang kini setelah sekian tahun, mereka mulai mengeluhkan keberadaan pulau sampah di muara sungai Cisadane itu.

Mirisnya, warga menyebut, sebagian besar sampah itu merupakan limbah industri dan juga rumah tangga. Selain mencemari lingkungan, sampah-sampah itu juga membuat muara Sungai Cisadane menjadi dangkal dan tentu saja mengancam kesehatan.

Samsul Arifin, salah satu warga Desa Tanjung Burung menuturkan, sampah-sampah itu ada yang langsung terbuang ke laut dan ada yang ke pulau karena terbawa ombak. Lama-kelamaan jumlahnya semakin banyak dan dapat ditemui dengan mudah.

“Sebagian besar merupakan sampah dari limbah industri dan rumah tangga, dampaknya itu sangat dirasakan warga sini karena mayoritas warga merupakan nelayan,” jelas Arifin, Kamis, 22 Agustus 2019 seperti penutup tulisan Candra.

Segala hal, hanya bermula dari satu. Lalu kemudian ada yang menyusulnya, seperti sampah yang kini menguni muara sungai Cisadane. Hanya dimulai dari satu sampah oleh satu orang.

Jadi, barangkali akan bijak jika kita tak memulai membuang sampah sembarangan, meski hanya satu, pun jangan mengikuti orang yang telah memulai membuang sampah yang bukan pada tempatnya, meski hanya satu sampah.

Sumber : Idntimes.com