Seminar Kemenko PMK & PSIPP ITB Ahmad Dahlan, Luncurkan Dua Buku

 12 total views

Jakarta – Kemenko PMK (Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan) bersama PSIPP (Pusat Studi Islam, Perempuan & Pembangunan) ITB Ahmad Dahlan Jakarta, gelar Seminar Nasional di The Ritz-Carlton Hotel Mega Kuningan Jakarta, Jum’at (11/12/2020).

Seminar Nasional yang bertema “Filantropi Nasional untuk Pemberdayaan Perempuan” ini juga meluncurkan dua buah buku yakni “Zakat dan Wakaf Uang untuk Pemberdayaan Perempuan” dan “Zakat untuk Korban Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak”

Dalam rangka Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan (K16HAKtP) dan Peringatan Hari Ibu 22 Desember.

Rektor Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan Jakarta, Dr. Mukhaer Pakkana dalam sambutannya mengapresiasi PSIPP ITB-AD Jakarta yang konsisten dan berjihad mengangkat isu perempuan sebagai subjek kajian yang merespon persoalan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals) terutama tujuan lima dan keislaman di Indonesia.

Staf Ahli Menteri Bidang Pembangunan Berkelanjutan, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemenko PMK RI), Ghafur Akbar Dharma Putra, yang mewakili Menteri Kemenko PMK sebagai keynote speech menyampaikan potensi zakat dan wakaf yang besar masih dialokasikan kepada kelompok-kelompok tertentu yang belum berpihak pada perempuan.

“Dua buku ini menyodorkan konsep baru dalam memaknai peran suami dan istri dalam rumah tangga, kaitannya dengan perolehan akses yang adil kepada jaminan sosial, terutama kepada perempuan yang menggantikan peran sebagai kepala keluarga serta perempuan yang menjadi korban kekerasan,” ujarnya.

Wakil Menteri Agama Republik Indonesia, Zainut Tauhid Sa’adi, yang mewakili Menteri Agama RI, menyampaikan keynote speech dan membuka acara secara resmi, mengatakan
“Zakat, infaq, sedekah dan wakaf merupakan misi advokasi sosial untuk kelompok rentan dalam menanggulangi kemiskinan, sebagai jihad kemanusiaan,” ucapnya.

Zainut Tauhid Sa’adi juga berpesan untuk seluruh organisasi pengelola zakat, infaq, sedekah dan wakaf uang, agar meningkatkan program pendayagunaan secara produktif, sebagai upaya pemberian jaminan, perlindungan & pemberdayaan kepada masyarakat yang berhak menerima sesuai ketentuan agama.

Buku “Zakat dan Wakaf Uang untuk Pemberdayaan Perempuan” ditulis oleh Yulianti Muthmainnah, S.H.I, M.Sos (Ketua PSIPP ITB-AD Jakarta), Dr. Suhairi, S.Ag., M.H (Wakil Rektor IAIN Metro), Agus Alimuddin, S.E (Pascasarjana Universitas Islam Indonesia Yogyakarta), AD Kusumaningtyas, MA (Ketua Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam, STAI DR KHEZ Muttaqien, Purwakarta). Buku tersebut menyampaikan ide pentingnya penggunaan zakat dan wakaf untuk pemberdayaan perempuan. Bila perempuan berdaya secara ekonomi, sejatinya akan mengeluarkan keluarga dari struktur kemiskinan. Zakat dan wakaf uang adalah jaring pengaman sosial dalam perspektif Islam yang berpotensi besar menghapus kemiskinan.

Launching Buku kedua “Zakat untuk Korban Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak” ditulis oleh Yulianti Muthmainnah, S.H.I, M.Sos (Ketua PSIPP ITB-AD Jakarta). Buku tersebut menyampaikan temuan banyaknya perempuan dan anak yang menjadi korban kekerasan seksual maupun kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) umumnya menjadi miskin secara struktur dan kultur.

Oleh karena itu, perempuan dan anak korban kekerasan, berhak atas zakat, bahkan mereka memenuhi empat kriteria asnaf atau golongan yang berhak menerima zakat (berdasarkan indikator). Zakat dapat menjadi pengaman sosial dalam perspektif Islam yang akan melindungi perempuan dan anak korban kekerasan. Serta berpotensi besar menghapus segala strotype dan stigmatisasi pada perempuan korban. Melalui zakat, perempuan dan anak korban kekerasan seksual atau korban KDRT diharapkan bisa mengakses hak pemulihan jangka panjang, termasuk hak atas kebenaran dan keadilan.

Adapun pembicara yang turut hadir Komisioner Komnas Perempuan, Maria Ulfa Anshor yang fokus menyampaikan peta kekerasan terhadap perempuan dan perempuan sebagai kepala keluarga. “Tahun 2011-2019 tercatat 46.698 kasus kekerasan seksual yang terjadi di ranah personal maupun publik,” ujarnya.

Menurut Survei Antar Sensus (SUPAS) 2015, Perempuan sebagai kepala keluarga berjumlah 19,45 juta. Berdasarkan data tersebut, pada Juni 2020 perempuan sebagai kepala keluarga yang menerima Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLTDD) hanya 2,34 juta atau 31 persen.

Turut hadir, Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah, Prof. Amelia Fauzia, Ph.D, yang fokus menyampaikan filantropi bagi kelompok perempuan.

“Organisasi filantropi turut serta membahas hak perempuan dalam filantropi. Namun, tidak spesifik menjadikan perempuan sebagai pihak yang utama dan penting untuk menerima zakat dan wakaf uang. Secara khusus bagi perempuan yang berperan menjadi kepala rumah tangga, korban kekerasan keluarga maupun kekerasan seksual,” ucapnya.

Wakil Rektor IAIN Metro, Dr. Suhairi, S.Ag., MH, menyampaikan implementasi zakat dan wakaf uang di Lampung.
“Zakat dan wakaf uang yang dihimpun organisasi pemerintah maupun masyarakat di Lampung pengalokasiannya masih fokus terhadap isu dakwah, pendidikan, kemanusiaan, kesehatan dan ekonomi. Penggunaan zakat dan wakaf uang sebagai isu ekonomi belum menyentuh secara komprehensif terhadap perempuan sebagai kepala keluarga, perempuan sebagai pekerja rumah tangga dan perempuan korban kekerasan dalam rumah tangga,” ujarnya.

Pada akhirnya, “kedua buku ini diharapkan menjadi ijtihad kontemporer dari para penulis dan PSIPP ITB-AD Jakarta untuk masyarakat Indonesia dan penting mengkomunikasikan temuan buku ini pada lembaga-lembaga filantropi” demikian Prof. Amelia memberikan penutup presentasinya.