Sketsa Mimpi, Wadah Milenial Bangun Prestasi

Banten, Serang – “Percayalah, hidup berawal dari mimpi.” Kalimat itu digaungkan oleh Aldi Reihan, seorang Leader dari komunitas Sketsa Mimpi dalam forum diskusi perdananya yang bertajuk RUANG (Rumus Angan). Diskusi ini diadakan dalam grup WhatsApp berisikan 253 peserta dari berbagai daerah di Indonesia, Minggu (3/5/2020).

Sketsa mimpi adalah gerakan sosial kepemudaan yang dijadikan sebagai wadah bersama untuk menumbuhkan jiwa yang berani bermimpi, beraksi, berbagi, berkolaborasi dan berkontribusi untuk negeri. Komunitas ini dibangun oleh tiga anak muda berprestasi dari UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, yakni Aldi Reihan, Irma Durrotun Niswah, dan Reski Febriani.

“Sketsa Mimpi hadir untuk teman-teman yang masih terbelenggu dan takut bermimpi. Inilah tempat kami untuk merumuskan kembali angan-angan itu, meneruskan mimpi yang tertunda, memperjuangkannya bersama-sama, dan berbagi semangat lewat diskusi-diskusi panjang di RUANG ini,” tutur Aldi.

Menurutnya, salah satu langkah untuk menumbuhkan jiwa yang berani bermimpi adalah dengan berkumpul dan berbagi semangat bersama orang-orang yang satu visi. Oleh karena itu, dibentuklah forum RUANG#1 yang berhasil mempertemukan ratusan pelajar dan mahasiswa dari berbagai sekolah dan perguruan tinggi di Indonesia.

“Selamat untuk kalian yang terpilih dan telah masuk grup. Marilah kita jadikan setiap cerita dan liku perjalanan ini sebagai etalase pembelajaran,” ujar penerima beasiswa Bidikmisi ini.

Diketahui, forum perdana RUANG#1 akan dimulai dengan topik bertemakan “Produktif Di Masa Muda” dengan mendatangkan pemateri hebat, yakni Muhammad Agus Sofian, Alumni UIN SMH Banten yang kini sedang menempuh pendidikan pasca sarjana di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

“Beliau penerima beasiswa Program Summer Camp Youth International Forum di Turki pada tahun 2018, pendiri Barokah Foundation, manager Nursi Research Center UIN Jakarta, penerima Beasiswa Koperasi ADF dan Supersemar RI, banyak sekali prestasinya,” ujar Aldi.

Ia berharap, selama kajian ini berlangsung para peserta dapat kondusif dan menyimak dengan seksama agar pesan dari pemateri dapat tersampaikan dengan baik. “Semoga kita bisa sama-sama menghimpun kekuatan, mengikat tali persatuan, menuju satu yang dicitakan,” tutupnya. (Red/Reski)