Spiderman Ajak Anak-anak Pelosok Desa untuk Berani Bermimpi

 15 total views

Banten, Lebak – Milenial Peduli Yatim , Fino Badut dan Madrasah Keluarga Indonesia mengadakan kegiatan santunan kepada anak yatim sebanyak 55 orang. Kegiatan tersebut mengusung tema “Merajut Mimpi dan Melangitkan Do’a” Minggu (20/12/2020) di Kampung Bejod, Desa Parungpanjang, Kecamatan Wanasalam, Lebak-Banten.

Iis Maryati  selaku Founder Milenial Peduli Yatim mengatakan, “santunan anak yatim  diselenggarakan satu bulan sekali. Anak-anak yatim itu  datang dari berbagai kampung yang ada di desa tersebut. Adapun tujuannya adalah untuk membantu mereka (red-anak yatim) secara ekonomi, selain itu juga tujuannya adalah memberikan motivasi kepada mereka untuk berani bermimpi meskipun berada di tengah-tengah keterbatasan,” kata Iis.

“Anak-anak di pelosok punya kesempatan dan hak yang sama untuk memiliki mimpi. Maka dari itu kami dari Milenial Peduli Yatim, Fino Badut dan Madrasah Keluarga Indonesia mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang sudah menyukseskan acara ini, ” kata Iis kepada media saat diwawancara.

Iis menambahkan, semoga kegiatan tersebut terus berjalan setiap bulannya. Dia juga menghimbau agar anak-anak yatim yang hadir jangan pernah putus asa dalam mewujudkan mimpi-mimpinya meski dalam keadaan keterbatasan. “Keterbatasan jangan dijadikan alasan untuk tidak memiliki mimpi,” kata Iis.

Aldi Reihan, selaku inisiator Fino Badut ikut memeriahkan acara tersebut dengan cara tampil menggunakan kostum Spiderman. Menurutnya, kenapa dipilih super Spiderman  karena super Hero tersebut banyak disukai oleh anak2. “Saat saya tadi tampil anak-anak merasa senang dan termotivasi. Saya juga tadi memberikan motivasi kepada mereka untuk berani bermimpi,” tegas Aldi.

Menurut  Aldi, kegiatan tersebut sangat positif dan perlu didukung oleh banyak pihak. Karena  menurutnya, membantu mereka (red anak yatim) adalah tugas bersama. “Harapan saya ke depan semoga banyak orang yang peduli kepada anak yatim. Dengan begitu semakin banyak juga nantinya yang akan menjadi jembatan untuk masa depan mereka dalam mewujudkan mimpi mereka,” kata Aldi.

Muhamad Jutana, selaku Founder Madrasah Keluarga Indonesia hadir dalam kegiatan tersebut. Ia berbagi cerita tentang pengalamannya menggapai impian tanpa kehadiran sosok ayah.

“Tidak sedikit kita jumpai anak-anak yang kurang percaya diri, mudah putus asa, dan tidak berani bermimpi. Salah satu kemungkinannya adalah ia kekurangan sosok Ayah di keluarganya. Hal itu bisa terjadi juga pada anak anak yatim di Kp. Bejod Desa Parungpanjang Kecamatan Wanasalam” kata Jutana kepada wartawan. Untuk itu Jutana hadir sebagai Founder Madrasah Keluarga Indonesia untuk memberikan motivasi agar anak-anak tetap berani, percaya diri, dan tidak mudah putus asa dalam belajar dan meraih mimpi-mimpinya. (RED/ARB)