Sudah 230 Petugas KPPS meninggal dunia, 1.761 Sakit

Madani-news.com – Jakarta – KPU memperbarui data petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang gugur dalam mengawal Pemilu 2019. Hingga Jumat (26/4) pukul 20.00 WIB, sebanyak 230 orang petugas KPPS meninggal dunia.

Sementara untuk petugas KPPS yang jatuh sakit bertambah menjadi 1.761 orang. Mereka tersebar di 34 provinsi di Indonesia.

“Sehingga total petugas KPPS yang meninggal maupun sakit mencapai 1.991 orang,” ucap Komisioner KPU Viryan Aziz dalam keterangannya, Jumat (26/4/2019).

Ketua KPU Arief Budiman memastikan pemerintah akan memberikan santunan kepada para petugas yang meninggal maupun sakit. Arief mengaku telah menginstruksikan KPU tingkat kabupaten/kota untuk melengkapi dokumen agar pemberian santunan tak salah sasaran.

[caption id="attachment_1203" align="alignnone" width="300"] Komisioner KPU Viryan Aziz (kiri) dan Dirjen Dukcapil Zudan Arif Fakrulloh (kanan) di Kantor Ditjen Dukcapil, Jakarta Selatan, Jumat (8/3).[/caption]

“Nah, KPU sedang memproses supaya pemberian santunannya bisa segera. Saya juga sudah meminta kepada KPU Kabupaten/kota untuk melengkapi dokumen-dokumen yang dibutuhkan agar pemberian santunan itu bisa dipertanggungjawabkan agar tidak diberikan kepada pihak yang salah, ya,” ucap Arief kepada Madani-news.com.

Dana itu rencananya akan diambil dari anggaran KPU yang telah disepakati Bawaslu dan Kemenkeu. KPU berharap data korban hari ini adalah yang terakhir.

“Pemerintah daerah, pemerintah provinsi juga sudah memberikan bantuan. Jadi mudah-mudahan tidak ada penyelenggara pemilu yang tertimpa musibah, yang harusnya menerima santunan malah tidak menerima santunan tapi yang lainnya malah menerima santunan berlebihan. Jadi ini yang akan kita kontrol, kita pastikan, agar tepat sasaran, tepat waktu, dan tepat jumlahnya,” tutup Arief. (**)