Tafsir Kehidupan

Hidup adalah sederhana, sangat sederhana. Hidup sama sekali bukan soal persaingan, tapi hidup itu berbicara masalah ketaatan. Berebut pasar, sikap saling eksploitasi demi kepentingan-kepentingan tertentu, hingga berfikir bahwa hidup itu persaingan adalah sesuatu yang lahir dari kemampuan imajinasi dan dorongan nafsu sebagai fitrah yang mengiringi setiap diri manusia tersebut, dan bukan lahir dari ajaran tuhan.

Tuhan menciptakan manusia adalah untuk menyembah kepada-Nya. Menyembah tidak selalu diartikan sujud, sebagaimana sujud dalam salat yang dilakukan oleh seorang muslim. Namun, menyembah memiliki arti yang lebih luas lagi.

Rasa ikhlas, bekerja dengan benar dan selalu berfikiran damai dengan mengenyampingkan rasa ambisius terhadap duniawi merupakan suatu bentuk menyembah terhadap tuhan. Pada dasarnya, hidup itu hanyalah dua kegiatan, yakni kegiatan dipilih dan memilih, tidak ada kegiatan lain yang dilakukan manusia kecuali dua hal tersebut.

Jika manusia cenderung tidak dipilih, maka manusia haruslah berusaha memilih dengan membuat jarak antara dirinya dengan rasa takut. Memilih adalah tindakan yang harus diimbangi dengan komitmen dan optimisme tinggi. Biasanya, orang yang tidak dipilih dan harus memilih adalah mereka yang memiliki kelas kehidupan yang biasa dari segi apapun.

Kemudian, manusia yang cenderung dipilih adalah mereka yang berada di kelas kehidupan sedikit lebih tinggi dibandingkan mereka yang masih harus memilih. Karena mereka yang dipilih adalah mereka yang sudah dipercaya dan mereka yang memilih adalah mereka yang belum ditaruh kepercayaan.

Namun, kegiatan memilih dan dipilih tadak harus menimbulkan persaingan, yang ada hanya menimbulkan sikap saling memperbaiki diri. Dalam hidup, tidak ada yang ketinggalan jaman, karena semua disesuaikan dengan karakter masing-masing. Kemajuan teknologi bukanlah kebutuhan, namun bisa sebagai alat penghipnotis, sehingga seolah-olah kemajuan teknologi adalah kebutuhan semua manusia.

Hidup adalah tidak ada ketakutan di dalamnya. Takut jatuh, takut tersingkir, takut tidak berhasil adalah bisikan dari iblis yang sejatinya tidak perlu terlalu dirisaukan. Selogis apapun kita berfikir, logika kita tidak akan pernah mengalahkan skenario yang sudah Tuhan tetapkan. Uniknya jalan tuhan merupakan hal yang sama sekali tidak pernah terasuk dalam logika manusia. Maka dari itu, hidup itu adalah soal mengabdi, ikhtiar dan taat, bukan soal yang lain. bukan sama sekali soal gagal dan berhasil.

Tuhan tidak pernah mengabarkan tentang kegagalan, yang ada tuhan hanya mengarahkan manusia kepada skenario yang sudah ditetapkan. keberhasilan yang selama ini didapatkan, itu hanyalah anugrah waktu yang tuhan berikan kepada manusia. Karena waktu tersebutlah manusia merasakan keberhasilan. Dan semu manusia akan mendapati waktu tersebut.

Hidup jangan pernah merasa gagal, karena sejatinya itu bukanlah kegagalan, melainkan kita sedang dialihkan dari titik yang bukan merupakan skenario tuhan. Hidup juga jangan merasa terlalu berhasil. Karena jika masih di dunia, keberhasilan hanyalah gambaran dari skenario tuhan, yang sewaktu-waktu bisa saja tuhan menghentikanya. Keberhasilan manusia bisa disematkan ketika sudah tidak berada di dunia, dan lolos melaporkan segala pertanggung jawabanya dengan baik.

Hidup itu banyak sisi. Tidak bisa menjadikan satu hal saja untuk dijadikan tolak ukur bagi hal lain. tidak ada standar yang sempurna di dalam kehidupan. Untuk itu, ukurlah seseorang sesuai dengan emosional spiritual dan keimanan. Sebagai tolak ukur yang paling ideal selama masih berada di dunia.

Hidup juga sangat membutuhkan logika, sampai-sampai ada seseorang yang memerlukan logika orang lain untuk dimasukan kedalam logikanya sendiri. Sebetulnya, menggunakan logika sendiri juga diperlukan, tidak tergantung kepada logika orang lain. logika ini berguna untuk kita meraih apa yang kita impikan seperti cita-cita dan harapan. Berlogika sangat dibutuhkan, namuan bukan berarti harus mengutip logika orang lain.

Hidup juga penuh kemudahan, tuhan sama sekali tidak menyaratkan kesulitan. Ujian yang tuhan berikan sama sekali tidak memberatkan manusia, itu hanya sebagai bentuk latihan batin yang sebetulnya harus dijalani dengan suka cita. Namun, rasa kufur dan gengsi sebagai sifat manusia membut hidup terasa sulit dan tidak tercukupi.

Sekali lagi, hidup ini sederhana, sangat sederhana. Jangan rumitkan hidup kita dengan gengsi dan kufur.