Tiga Anggota DPRD Lampung Adakan Diskusi Terkait Bandar Lampung Zona Merah, Koordinasi Perlu Ditingkatkan

Bandar Lampung –┬áPerkembangan kasus covid-19 yang kian mengkhawatirkan sehingga Bandar Lampung masuk zona merah kasus covid-19 membuat resah sejumlah anggota DPRD Lampung. Berdasarkan data gugus tugas penanganan covid-19 saat ini tercatat 44 kasus positif korona dan 23 di antaranya berasal dari Bandar Lampung.

Tiga politikus senior DPRD Lampung, yakni Djohan Sulaiman (Fraksi PKS), Noverisman Subing (Fraksi PKB), dan Ismet Roni (Fraksi Golkar) melakukan diskusi pada Selasa, 28 April 2020, dan menyepakati sejumlah poin penting yang akan disampaikan kepada Pemerintah Kota Bandar Lampung.

Djohan Sulaiman mengatakan perlu ada koordinasi yang baik antara wali kota dan gubernur Lampung. Pasalnya, Bandar Lampung kini sudah masuk zona merah. “Kami diskusi khusus untuk Bandar Lampung. Sebab kota madya ini ibu kota provinsi dan daerah transit,” katanya di Lansir dari media lampost.co.

Untuk itu, dia meminta Wali Kota Bandar Lampung Herman HN untuk fokus dalam menangani covid-19. “Kalau memang memungkinkan melakukan PSBB, secepatnya agar berkoordinasi dengan gubernur Lampung sebagai ketua gugus tugas penanganan covid-19 di Lampung,” ujarnya.

Dia mengungkapkan berdasarkan data terakhir terdapat 149 ODP di Bandar Lampung. Jumlah ini terbesar kedua setelah Lampung Tengah yang terdapat 201 ODP.

“Sebaran terbanyak di 4 kecamatan, yakni Tanjungsenang 23 ODP, Panjang 21 ODP, Tanjungkarang Pusat 17 ODP, dan Telukbetung Timur 12 ODP,” katanya.

Menurut dia, yang lebih miris sebaran ODP di 16 kecamatan lainnya juga merata. “Sudah 23 orang positif covid-19 di Bandar Lampung dengan kasus terbanyak dari Langkapura 5 orang.”

Ia khawatir sebaran orang tanpa gejala (OTG) di Bandar Lampung banyak dan akhirnya kota Tapis Berseri menjadi zona merah. “Maka kami berharap wali kota fokus melakukan penanganan covid-19. Sisihkan dulu kegiatan-kegiatan berhubungan dengan pilkada, fokus dulu ke penanganan covid-19,” ujarnya.

Anggota Fraksi PKB Noverisman Subing meminta semua kepala daerah untuk menghilangkan ego sektoral. “Hilangkan ego sektoral, koordinasi dengan gubernur. Sebab untuk memutus mata rantai ini harus kerja sama yang baik antar kabupaten/kota dan provinsi,” katanya.

Dia meminta semua titik di Kota Bandar Lampung disiapkan posko pencegahan dan semakin gencar menyosialisasikan bahaya covid-19. “Seperti di Lampung Timur itu hampir semua titik dibuatkan posko bahkan di portal. Itu bisa dicontoh,” kata mantan Wakil Bupati Lamtim itu.

Sementara, anggota Fraksi Partai Golkar Ismet Roni mengatakan dari hasil penelusurannya dua hari terakhir di pasar-pasar banyak masyarakat abai dalam pencegahan covid-19. “Kami miris melihat ini. Perlu ada sosialisasi secara masif dan sistematis kepada masyarakat dimulai dari tingkat RT, RW, dan pasar-pasar. Jangan sampai semakin banyak korban covid-19 di Bandar Lampung khususnya.” (Adv/Red)