Tiga Pendamping Sosial PKH Sukses Lakukan Graduasi Sejahtera

 10 total views

Tulang Bawang, Menggala – (11/8/2020) Dinas Sosial Kabupaten Tulang Bawang (Tuba) melalui Pelaksana Program Keluarga Harapan (PPKH) mengelar Rapat Koordinasi PKH Tingkat Kabupaten yang bertempat di Aula Taman Makam Pahlawan Tuba.

Rakor perdana PKH di masa tatanan kehidupan baru (new normal) tersebut dihadiri Sekertaris Dinsos Tuba, Korwil PKH Lampung 2, Ketua & sekertaris PPKH, Korkab, APD dan Perwakilan Pendamping se-Tuba.

Mewakili Kadis Sosial, Sekdinsos meminta seluruh SDM PKH untuk terus meningkatkan kinerja bisnis proses. Mengingat pendamping sosial PKH merupakan ujung tombak yang langsung bersentuhan dengan KPM PKH. Saya yakin SDM PKH kinerjanya baik selama ini, namun tetap perlu ditingkatkan, tegas Binhar.

Korwil PKH Provinsi Lampung 2 Slamet Riyadi dalam materinya mengintruksikan kepada seluruh SDM PKH untuk menaati segala ketentuan PKH, kode etik, serta upaya inovasi dalam pendampingan PKH, sebagaimana arahan Mensos RI.

Alhamdulilah penyaluran bansos PKH pada Juni 2020, capaian realisasi Tuba cukup baik yaitu 91,69% dari total 16.557 KPM.

Benar masih ada “PR” sebanyak 8,31% KPM yang terkendala penyaluran. Namun ini terus berproses. Salah satu kendalanya adalah pendistribusian KKS dan Buku Tabungan yang belum tuntas. Kami terus berkordinasi dengan Himbara serta pihak terkait yang memiliki beririsan dengan PKH. Moga ini segera tuntas, dan KPM dapat segera mendapatkan layanan, pungkas Slamet.

Sementara, Korkab Tulang Bawang Rudi Fajri HB menyatakan bahwa kinerja graduasi Tulang Bawang juga alhamdulilah cukup baik.

Kami telah melakukan mapping data, dan hasilnya kami tetapkan 3 Pendamping Sosial PKH dengan kinerja graduasi terbaik yaitu: pertama Ari Budiono dengan capaian 73 KPM tergraduasi sejahtera, ke-dua Rohman yaitu 50 KPM, dan ke-tiga Made Wisma MY dengan capaian graduasi 37 KPM. Tentu ini sesuai dengan arahan Pak Mensos RI untuk terus mengupayakan giat graduasi mandiri bagi KPM yang telah dirasa sejahtera melalui mekanisme yang ada, pungkas Rudi. (*)