Transformasi Pembelajaran Era Covid-19 Berbasis Video Interaktif Bersama KKN PDD UPI di SDN 020 Simpang IV Belilas

 8 total views

Madani-News.com – Corona Virus Disease atau yang sering disebut Covid-19 sudah menjadi buah bibir dalam kehidupan saat ini. Dilansir dari laman Detik.com virus ini pertama kali ditemukan di kota Wuhan,China pada akhir 2019 lalu dan dengan begitu cepat virus ini menyebar luas ke berbagai negara. Tercatat pada tanggal 2 Maret 2020 pertama kalinya pemerintah mengumumkan dua kasus pasien positif Covid-19 di Indonesia. Peningkatan penambahan kasus positif di Indonesia tergolong tinggi. Hingga saat ini per tanggal 22 Oktober 2020 jumlah kasus positif mencapai 59.472 jiwa. Melihat peningkatan virus ini WHO menilai bahwa wabah ini sudah sampai pada tingkat penyebaran dan keparahan yang mengkhawatirkan, akhirnya WHO menyatakan bahwa Covid-19 sebagai pandemi.

Dampak dari penyebaran virus ini melibatkan banyak sektor baik itu sektor pendidikan, ekonomi, kesehatan, industri, wisata dll. Menilik dampak penyebaran virus ini bagi sektor pendidikan, United Nations Educational, Scientific, And Cultural Organization (UNESCO) menyebutkan bahwa pandemi Covid-19 ini mengancam sejumlah ±577 juta pelajar dari pendidikan pra-sekolah dasar hingga menengah dan sekitar ±86 juta pelajar dari perguruan tinggi di dunia. Oleh sebab itu, Kemendikbud membuat keputusan untuk menutup sementara lembaga pendidikan dalam upaya mengurangi penyebaran Covid-1. Di Indonesia, ada sekitar 646.200 sekolah ditutup dari jenjang PAUD hingga perguruan tinggi , 68,8 juta siswa belajar dari rumah, dan 4,2 guru dan dosen mengajar dari rumah.

Berdasarkan data pelajar yang terdampak terhadap penyebaran virus ini membuat pemerintah dan lembaga terkait untuk menghadirkan alternatif proses pembelajaran bagi peserta didik dengan pembelajaran jarak jauh (pjj) atau belajar online dengan pendampingan orangtua. Penerapan pjj di level pendidikan dasar, menengah, dan atas, nampaknya banyak mengalami kendala. Tidak jauh berbeda dari kenyataan yang saya dapatkan melalui wawancara bersama seorang guru di daerah saya yang bernama Agus Kristina selaku guru kelas VI mengatakan bahwa “Kesulitan yang terjadi pada pembelajaran daring yaitu proses transfer ilmu yang kurang maksimal sehingga siswa kesulitan dalam memahami materi yang diberikan melalui google formulir (g-form).”

Sesuai dengan permasalahan yang terjadi di lapangan , ada sekumpulan mahasiswa UPI yang sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata Tematik Penanggulangan dan Pencegahan (KKN PDD) Covid-19 tersebar di beberapa provinsi yang salah satu programnya bergerak dalam bidang pendidikan guna untuk meminimalisir kesulitan belajar. Pelaksanaan KKN ini bersifat individualis dan berlokasi di daerah masing-masing oleh sebab itu, sekolah mitra yang menjadi sasaran kegiatan sebagai wadah terlaksananya program pembelajaran daring berada pada lingkungan mahasiswa KKN. Salah satu bentuk kegiatannya yaitu pendampingan bersama guru yakni bisa dilakukan dengan membantu kesulitan yang terjadi dalam penyampaian materi. Berdasarkan pengamatan di lapangan, siswa masih menggunakan google formulir yang pada dasarnya hanya bersifat visual sehingga tingkat pemahaman terhadap materi sangat minim oleh sebab itu, bentuk pendampingan yang dilakukan yaitu dengan memberikan video pembelajaran interaktif yang menarik. Video yang saya buat tidak hanya dibagikan kepada sasaran melainkan mengunggah di akun You Tube diharapkan bermanfaat bagi guru dan siswa lainnya.

Penyajian video edukasi yang menjadi acuan ialah materi pembelajaran saat itu sehingga saya harus menyesuaikan batasan dalam menyampaikan materi. Oleh karena itu, video interaktif yang diberikan berupa hasil karya yang dibuat sendiri dengan harapan siswa menjadi lebih mengerti terhadap materi pembelajaran.

Melakukan pendampingan bersama guru dalam penyampaian materi berbentuk video pembelajaran yang menarik dapat dirasakan kebermanfaatannya bagi salah seorang guru yaitu Ibu Agus Kristina mengatakan bahwa “Penyajian materi yang dibuat dalam bentuk video sangat menarik sehingga siswa jauh lebih mengerti dibandingkan dengan g-form”. Oleh Karena itu, guru merasa terbantu dalam penyampaian materi sehingga guru bisa lebih focus dalam membimbing siswa. Disamping dari pada keberlangsungan KKN, ada seseorang yang senantisa membimbing yakni Hayani Wulandari, M.Pd selaku Dewan Pembimbing Lapangan (DPL).

Oleh sebab itu, harapan dalam pelaksanaan KKN dapat membantu siswa, orangtua , maupun guru dalam proses pembelajaran daring serta memberikan edukasi kepada masayarakat mengenai pencegahan dan penanggulangan dampak Covid-19. (Red/Enjelita Robintang Tambunan)