Unila Dorong Perwujudan Desa Ekowisata di Merak Belantung

Lampung Selatan, Kalianda – Dosen Unila menyelenggarakan kegiatan pengabdian desa binaan di Merak Belantung, Kalianda, Lampung Selatan. Ada empat tim pengabdi yang ditempatkan di Desa Merak Belantung yang berasal dari beragam disiplin ilmu, mulai dari ilmu sosial, hukum, dan kependidikan.

Salah satu tim pengabdi yang diketuai Yulianto mengangkat tema pengabdian tentang “Pendampingan dan Penerapan Community Based Tourism/CBT di Desa Merak Belantung dalam Mewujudkan Desa Ekowisata”. Yulianto menjelaskan, aktivitas pengabdian kepada masyarakat sebagai salah satu tridarma perguruan tinggi kerap dilakukan oleh Unila setiap tahunnya.

Pada 2021 ini, Desa Merak Belantung terpilih untuk dijadikan desa binaan Universitas Lampung dan melalui skema pengabdian desa binaan ini, diharapkan desa-desa yang menjadi mitra dapat terbantu baik cara kelembagaan, professionalisme, dan maupun dalam menerapkan teknologi tepat guna.

Pengabdian desa binaan di Merak Belantung telah dilaksanakan selama lima bulan terakhir dimulai sejak April -September 2021. Tim pengabdi terdiri dari Dewi Ayu Hidayati, Selvi Diana Meilinda, Astiwi Inayah, serta Teuku Fahmi telah melakukan banyak aktivitas.

Mulai dari penyuluhan tentang CBT, melakukan pemetaan potensi desa, pendampingan penguatan kapasitas kelompok sadar wisata, hingga pemberian bantuan alat perlengkapan penunjang Pokdarwis. Desa Merak Belantung merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan yang memiliki banyak potensi wisata.

Sebagai salah satu desa yang terletak di wilayah pesisir, Desa Merak Belantung memberikan beragam alternatif pilihan destinasi wisata yang masih bersifat alami. Setidaknya terdapat lima potensi sumber daya wisata yang dapat dikembangkan lebih lanjut di Desa Merak Belantung, di antaranya: (1) wisata ekosistem mangrove, (2) aliran sungai mangrove, (3) muara sungai dan pantai, (4) kesenian tari, dan (5) kerajinan tangan.

Selain itu, terdapat alternatif pengembangan ekowisata yang mencakup aktivitas fotografi (fotografi), berenang (swimming), pengamatan burung (bird watching), berkano (canoeing), menyusuri hutan mangrove (mangrove walk), dan memancing (fishing). (Red/Rls)