Upaya Transformatif Dalam Memaknai Hari “Kebangkitan Nasional” di Era Masa Kini

Madani-News.com – Semangat persatuan dan kesatuan adalah langkah awal terbentuknya kebangkitan nasional di Republik Indonesia. Kebangkitan nasional ditandai dengan bangkitnya persatuan dan kesatuan seluruh masyarakat Indonesia dalam melawan kolonialis dan imperialis. Tidak lain dan tidak bukan, semangat persatuan dan kesatuan itulah yang membangkitkan NKRI dari cekraman sang imperialis.

Tokoh paling berpengaruh dalam kebangkitan nasional tidak lain adalah Dr. Wahidin Sudirohusodo. Semangatnya dalam menghimpun banyak pemuda-pemudi Indonesia yang memiliki kepandaian, namun tidak memiliki kesempatan untuk bersekolah, llau mereka diberikan pengetahuan dan ditanamkan rasa nasionalisme, sehingga mereka menjadi pemuda yang terdidik dan sadar akan pentingnya persatuan dalam mengusir imperialis.

Tanpa adanya rasa persatuan dan kesatuan, mungkin sampai kini kita selaku rakyat Indonesia belum bisa menikmati Bangsa Indonesia sebagai bangsa yang merdeka, melainkan tetap berada dalam internvensi negara-negara imperialis. Kebebasan sebagai hak suatu bangsa haru diraih dengan sungguh-sungguh, dan tentunya tidak bisa apabila dilakukan secara individualis tanpa adanya kesadaran untuk saling bersatu.

Dari peristiwa tersebut di atas, tentu tergambar dalam benak kita begitu luar biasanya perubahan yang terjadi dari adanya persatuan dan kesatuan. Begitu signifikannya persatuan dan kesatuan dalam membangkitkan NKRI sehingga menjadi sebuah negara yang besar dan diperhitungkan oleh negara-negara lain di muka bumi ini.

Lalu, apa pelajaran yang bisa kita petik dari diperingatinnya hari kebangkitan nasional pada saat ini? Apakah hari kebangkitan nasional cukup dikenang dengan tebaran pamflet-pamflet yang bertebaran di berbagai media sosial? Tentu tidak, begitu ada hal penting dari peristiwa kebangkitan nasional yang dapat ditansformasikan di era saat ini. Tentu hal itu adalah semangat persatuan dan kesatuan, mudahnya saat ini dikatakan sebagai kolaborasi.

Kolaborasi adalah kunci dari segala bentuk keberhasilan untuk negara. Begitu banyak hal yang harus diselesaikan di negara ini dengan cara kolaborasi, berbaur dan saling menyokong satu sama lainnya. Mungkin bisa berkolaborasi dalam hal pembangunan pariwisata, ekonomi kreatif atau hal lain yang dapat menciptakan kebangkitan nasional. Tentu bukan kebangkitan dalam konteks lepas dari penjajah, melainkan bangkit dari keterpurukan ekonomi, bangkit dari minimnya moralitas, bangkit dari ketidak mampuan memanfaatkan teknologi dan banyak kebangkitan-kebangkitan yang lain.

Kolaborasi senantiasa harus terus diupayakan dalam membangkitkan segala macam potensi yang ada. Baik potensi alam, potensi budaya, potensi Sumber Daya Manusia, semua harus dikelola secara kolaborasi untuk bisa saling melengkapi satu sama lain dalam mengelola sumber daya yang ada.

Yang perlu kita pahami adalah, bahwa kebangkitan nasional itu bukanlah sejarah yang harus kita kenang, melainkan kebangkitan nasional merupakan langkah suntainable yang harus terus diperjuangkan. Kebangkitan nasional bukan untuk diperingati, melainkan untuk terus diperjuangkan dalam konteks disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang ada.

Bagi Indonesia, hari kebangkitan nasional bukan hanya terjadi pada masa pendirian Budi Utomo atau sumpah pemuda saja, bukan hanya terjadi pada 20 Mei saja, namun kebangkitan nasional harus terjadi setiap saat, setiap hari, selama nafas masih ada dan rasa nasionalisme masih terawat dalam tubuh masing-masing.

Mari terus lakukan hal produktif, dengan kreativitas kita, untuk menciptakan kebangkitan nasional setiap waktu.

By : Abdul Rohman Wahid (Ketua GenPI Lampung)