Walikota Metro dan Donatur Turun Langsung Berikan Bantuan Korban Rumah Roboh di Banjar Sari

Kota Metro – Rumah roboh yang menimpa warga Kelurahan Banjar Sari, Metro Utara milik Suwito, mengundang keprihatinan Pemerintah Kota Metro dan para donatur.

Suwito yang berumur 45 tahun yang tinggal di Jalan Nuri, mendapat kunjungan dari Walikota Metro terkait memberikan bantuan sebagai bentuk keperdulian terhadap warganya, Rabu (02/02/2022).

Walikota Metro Wahdi, menjelaskan dirinya mengetahui musibah itu dari lurah dan camat. Kunjungannya juga sebagai keprihatinan sekaligus memberikan santunan.

“Saya bersyukur dari musibah ini tidak ada korban jiwa. Hal ini dilakukan sebagaimana tugas dari pemerintah yang memperhatikan kesejahteraan masyarakat. Baik dari perekonomian maupun kelayakan dalam hunian,” ujar Wahdi, disela-sela tinjauan.

Wahdi juga mengungkapkan bahwa, kedatangan ini guna memberi bantuan, baik dari BPBD berupa sedikit material dan Dinas Sosial yang akan menyuplai kebutuhan pangan saat ini.

“Kemudian kedatangan kami bersama dengan forum CSR, juga memberikan bantuan berupa bedah rumah,” ungkapnya.

Selaku Ketua Forum CSR Kota Metro, Pinkan Hendrawan mengatakan, pihaknya akan memberikan bantuan berupa bedah rumah yang memang masuk dalam daftar program tahun ini.

“Program tahun ini, kami akan melakukan bedah rumah sebanyak 59 unit yang tersebar di 5 kecamatan di Kota Metro. Kediaman Bapak Suwito sebenarnya menjadi salah satunya rumah yang terdaftar, namun keburu roboh duluan,” katanya.

Lanjutnya, pihaknya akan secepatnya melakukan perbaikan terhadap kediaman bapak Suwito. Rencananya akan dibangun sekaligus dengan rumah kakaknya.

“Jadi ada rumah yang memang perlu di perbaiki, yang nantinya akan kami buatkan semacam rumah yang bisa di huni untuk dua keluarga. Tentunya program ini untuk kelangsungan dan kenyamanan masyarakat,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, rekanan Forum CSR Kota Metro, Urianto menuturkan bahwa pihaknya akan segera memperbaiki. Setidaknya dalam Minggu ini pihaknya akan segera melakukan perbaikan dan akan dibangunkan rumah permanen.

“Insya Allah kami akan bangun rumah permanen, sesuai dengan kepemilikan di sertifikat. Kalau sudah oke bisa langsung dilaksanakan pembangunan. Pembangunan ini nanti memerlukan waktu 50 hari kerja atau sebulan 20 hari,” ujarnya. (Red/Adv)