Wisuda Qur’an ke-1, Pondok Tahfidzul Qur’an Irsyadul ‘Ibad Cetak Santri Kuliah di Yaman dan Mesir

PandeglangMa’had Tahfidzul Qur’an Irsyadul ‘Ibad menggelar Wisuda 30 Juz Hafidzul Qur’an yang ke-1 pada Minggu (26/09) di Aula Irsyadul Ibad Pandeglang. sebanyak 8 orang santri menyelesaikan hafalannya dan menjadi wisudawan tahun ini. Acara  diawali dengan penampilan-penampilan dari Tahfidz Balita dan Anak Irsyadul ‘Ibad (TABAKI), penampilan tahfidz anak-anak SDIT Irsyadul ‘Ibad, dan penampilan syahril Qur’an dari Siswa/I SMPIT Irsyadul ‘Ibad.

Ketua Yayasan Irsyadul ‘Ibad, Hidayat Rahman memberikan sambutan sekaligus membuka resmi prosesi acara wisuda.

“Saya sangat berharap kepada Allah SWT terutama sekali adalah agar semooga mereka kelak mejadi pemimpin yang Hafidz Qur’an. Mereka adalah orang yang alim tapi mereka juga adalah seorang pemimpin. Pemimpin yang alim, dan orang yang alim adalah pemimpin.” Kata Hidayat.

“Saya merasa terharu dan bangga terhadap santri yang telah menyelesaikan 30 juz hafalan Qur’an, yang tentunya bukan hal yang mudah di era Zaman sekarang. Saya berharap para wisudawan kelak menjadi pemimpin yang hafidz Qur’an.” Tutup Hidayat.

Ma’hadz Tahfidzul Qur’an Irsyadul ‘Ibad telah berdiri sejak tahun 2016, dan menjadi salah satu Pondok Tahfidz yang memberikan beasiswa penuh kepada santrinya selama menghafal Al-Qur’an. Tak hanya dibimbing untuk menghafal Al-Qur’an, santri pondok pesantren yang berusia 5 tahun ini juga diajarkan banyak hal mengenai kehidupan sehari-hari.

Sunari, Salah satu wali santri mengungkapkan rasa terima kasihnya terhadap Irsyadul ‘Ibad.

“Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Yayasan Irsyadul ‘Ibad khususnya Ma’had Tahfidz Al-Qur’an yang telah membina anak-anak kami, mendidik anak-anak kami sehingga bisa menyelesaikan setorannya 30 juz. Mudah-mudahan apa yang telah Ananda raih itu menjadi pemicu semangat bagi yang lain dan bagi kehidupan mereka kedepannya.” Kata  Sunari.

Dari seluruh wisudawan, 3 orang dari mereka mendapatkan beasiswa kuliah ke Negeri Yaman dan Mesir, diantaranya Ahmad Yusuf, Fadhilah Yusuf Ramadhan dan Rizwanuddin.

Fadhil, Salah satu penerima beasiswa menyampaikan bahwa menempuh hafalan al-qur’an di Ma’had Tahfidz selama kurang lebih 2,5 tahun, ia mengaku dalam menghafal al-qur’an itu ada fase menjenuhkan tapi ia selalu mencari cara baru agar hafalannya tetap terjaga dan terus meningkat.

“Kendala dalam menghafal al-qur’an itu kita cepat merasa jenuh ya, makanya kadang kita sering refreshing dengan cara-cara yang lain, misalnya kita menghafal dengan cara berbeda. Biasanya kan kita menghafal di Masjid, maka kita coba menghafal di tempat lain, di saung, atau di alam terbuka dan sebagainya untuk mengingatkan itu semua.”Kata Fadhil.

“Rencana setelah ini, kami mendapatkan program dari pondok untuk meneruskan studi ke Luar Negeri yaitu ke Yaman di Universitas Al-Iman.” Tutup Fadhil.

(Red- Reihan)