Wow, Puntung Rokok ini Telah Bisa Diubah Jadi Sesuatu Bernilai Hijau

Madani-News.com – “Buang puntung rokok jangan sembarangan, kalau malas, makan saja”, petuah yang tak asing dan sering terdengar. Puntung rokok merupakan kerabat sampah plastik yang berlomba mencemari Lingkungan.

Tahukah kamu? Enam triliun buah rokok dihisap oleh 20% warga dunia setiap tahunnya. Angka yang sangat fantastis bukan?

Dilansir dari Liputan6.com, sebanyak 5,6 triliun batang rokok diproduksi di seluruh dunia dengan penyaring yang terbuat dari selulosa asetat. Bahkan diprediksi pada tahun 2025, perilaku merokok akan meningkat hingga 50% dari jumlah sekarang.

Apa jadinya? Puntung rokok yang berserakan di jalanan menjadi pemandangan sehari-hari. Berjumlah lebih dari sepertiga dari semua barang yang dikumpulkan sejak 1986, yang meliputi tutup botol, wadah, pembungkus, peralatan makan, dan botol.

Peneliti kemudian berlomba untuk menangani masalah puntung rokok yang semakin banyak. Mau tau apa saja yang berhasil mereka temukan? Lanjutkan membaca ya!

1. Batu Bata

Dr. Abbas Mohajerani, seorang insinyur dari Universitas Melbourne, berhasil mengubah puntung rokok menjadi batu bata. Hebatnya, batu bata yang diproduksi ini membutuhkan energi yang lebih sedikit dan dijual dengan harga murah.

Puntung rokok dicampur dengan bahan tanah liat biasa yang digunakan untuk membuat batu bata sehingga mengurangi energi yang diperlukan sebanyak 58%.

Batu bata yang dihasilkan diklaim lebih ringan dan mampu menahan panas dengan lebih baik.

Dikatakan bahwa suatu hari nanti, puntung rokok akan menjadi sesuatu yang bernilai jual.

2. Baterai ponsel

Kelompok ilmuwan dari Seoul National University menawarkan solusi hijau lainnya yaitu dengan mengubah limbah puntung rokok menjadi batu baterai ramah lingkungan.

Filter rokok bekas dapat diubah menjadi material karbon berkualitas dengan proses sederhana, terang kelompok ilmuwan ini. Superkapasitator nama dari produk yang dihasilkan dari olahan puntung rokok dari Korea ini.

Uperkapasitator juga diklaim mampu diaplikasikan sebagai tenaga alternatif pada mobil listrik.

3. Pestisida

Sebut saja Ilham, pemuda asal Desa Bedanten, Kecamatan Bungah, Provinsi Jawa Timur mampu mengolah limbah puntung rokok menjadi pestisida.

Riset yang dilakukan membuktikan bahwa kandungan nikotin dalam puntung rokok dapat digunakan untuk membasmi serangga.

Dengan komposisi yang pas yaitu 0,6 gram puntung rokok dicampur dengan 4,5 liter air, kemudian campuran itu didiamkan selama 4-7 hari. Setelah itu pestisida siap untuk digunakan.

Pestisida dari rokok itu mirip pestisida berbahan daun mimba dan pepaya. Sama-sama mampu membunuh hama. Namun, pestisida berbahan puntung rokok diklaim lebih cepat dan ampuh.

Puntung rokok yang semakin banyak perlu penanganan yang serius. Sudah saatnya kita membuat inovasi-inovasi yang ramah lingkungan untuk menghadapi isu perubahan iklim.

Ayo peduli dengan kebersihan dan kesehatan lingkungan! Untuk siapa? Untuk anak cucu kita, untuk udara bersih dan langit yang biru.

Sumber : Klikhijau.com