YAPEMAL upayakan Masyarakat Adat Lampung Lanjutkan Kuliah

Madani-News.com – Bandar Lampung – Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Adat Lampung (YAPEMAL) menggelar pengarahan dan diklat khusus bagi calon mahasiswa yang berasal dari Masyarakat Adat Lampung yang akan melanjutkan pendidikannya ke Perguruan tinggi negeri di Lampung, Sabtu 15 Juni 2019. Acara ini diikuti oleh 50 calon 4 mahasiswa yang berasal dari Marga-Marga adat di Provinsi Lampung. Acara dihadiri juga oleh beberapa penyimbang marga, dan pengurus YAPEMAL.

Amanda P Seta selaku wakil sekretaris YAPEMAL menjelaskan acara ini merupakan tindak lanjut dari program YAPEMAL yaitu program perluasan akses kuliah bagi Masyarakat Adat Lampung. Sebelumnya kerjasama dengan perguruan tinggi negeri seperti Universitas Lampung, Institut Teknologi Sumatera, Politeknik Negeri Lampung, dan Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung telah dilakukan. “Kami telah melakukan MOU dengan beberapa Perguruan Tinggi Negeri, respon dari Pimpinan PT sangat baik dan mendukung, pertemuan-pertemuan yang sifatnya teknis dalam rangka mensukseskan program ini juga sudah”jelas Seta.

Prof. Wan Abbas Z, selaku ketua YAPEMAL, menyampaikan bahwa YAPEMAL sebagai yayasan yang bergerak di bidang pendidikan, sosial budaya dan ekonomi, akan terus mengupayakan agar hak-hak Masyarakat Adat Lampung dapat terpenuhi. “Terutama pendidikan (kuliah), YAPEMAL akan mengupayakan agar setiap warga negara memiliki hak terhadap akses pendidikan yang sama tak terkecuali anak dari Masyarakat Adat Lampung, apalagi pengurus YAPEMAL mayoritas merupakan akademisi yg tersebar diberbagai PT Negeri di Lampung” lanjut Ketum.

YAPEMAL sendiri baru berdiri tahun 2018. Dibangun dengan semangat persatuan dan kesadaran Masyarakat Adat Lampung untuk ikut serta dalam pembangunan, pembina YAPEMAL Jend. (Purn) Ryamizard Ryacudu, pengurus YAPEMAL,dan 62 Marga se Prov.Lampung bersepakat untuk membentuk sebuah yayasan yang diberi nama YAPEMAL. Beberpa kegiatan yang bersifat sosial budaya dan pendidikan telah banyak dilakukan. “Kami yayasan, bukan ormas, sehingga dalam melaksanakan program pemberdayaan kami dapat berkolaborasi dengan siapa saja” tegas Prof Wan Abbas yang juga akademisi Unila.

Rizal perwakilan masyarakat adat dari marga melinting yang turut hadir dalam acara tersebut menyampaikan sangat mengapresasi kerja-kerja yapemal. ” kami dan anak-anak kami (masyarakat adat lampung) sebelumny tidak berfikir akan melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi. Banyak diantara kami yg pasrah dengan keadaan. Karena faktor ekonomi dan juga informasi yang kurang, apalagi biaya dan masuk PT negeri sulit.
Tetapi InsyAllah program ini membuat kami sangat terbantu” ungkap rizal.

Swetelah acara diklat khusus ini akan ada pertemuan-pertemuan kembali. “intinya kami akan mendampingi sampai anak-anak Masyarakat Adat diterima di PT negeri” Ungkap Damhir, sekjen Yapemal. (Red/Riki)